Riset Yang Pancasilais

Riset Yang Pancasilais

"Mbak'e itu jadi ketua dewan pengarah Badan Riset dan Innovasi Nasional (BRIN). Itu gimana urusannya? Dia bukan peneliti."

"Bukan gitu. Yang jadi ketua dewan pengarah bukan Mbak'e. Yang jadi ketua adalah ex-officio ketua dewan pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Nah kebetulan Mbak'e yang sedang menjabat."

"Oh kalau seandainya kamu yg di BPIP, otomatis kamu juga di BRIN."

"Nah iya. Itu yang dimaksud ex-officio."

"Tapi kenapa ex-officonya dengan BPIP?"

"Ya biar riset-risetnya tetap Pancasilais gitu lho."

"Oh diawasi, maksudnya? Katanya merdeka belajar. Kok riset malah diawasu, eh si."

"Lho, bukan diawasi. Cuma dijaga bareng-bareng agar tetap Pancasilais."

"Kriterianya apa ya, riset yang Pancasilais?"

"Apa ya? Mungkin ini: setiap mau rapat riset atau presentasi hasil riset, dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan."

"Dipimpin oleh ex-officio?"

"Husssss..."

(Abdul Gaffar Karim)

Baca juga :