Pernyataan Sikap Pemuda Muhammadiyah Suryowijayan dan Elemen Lain terkait Sosok Ustadz FA Yang Ditangkap Densus

[PORTAL-ISLAM.ID]  Dian Malahayati tak menyangka jika liburan bersama suami ke Turki harus berakhir menyedihkan. Sang suami (FA) ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Pasca penangkapan FA, Densus 88 pun langsung menggeledah rumahnya di Kampung Suryowijayan RT 28, RW 6, Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Jogja, Jumat  (9/4/2021). Sejumlah barang pribadi milik Dian dan suami serta kedua anaknya, turut disita.

Dian menyebut barang-barang itu meliputi buku-buku, dua laptop, handphone bekas, serta handphone anaknya. “Juga ada buku dan majalah biasa, terkait buku-buku ulama, syeh seperti itu. Entah bagi aparat itu untuk penetapan parameter teror, saya nggak tahu. Pokoknya itu diambil,” Dian Malahayati kepada Radar Jogja yang menemui di rumahnya, kemarin.

Saat koran ini mengunjungi rumahnya pasca penggeledahan tim Densus 88, disambut ramah oleh salah seorang keluarganya. Suasana rumahnya pun masih ramai dikunjungi sanak saudara. Juga ada warga yang turut memberikan dukungan dengan ngaruhke ke rumah Dian.

Polri Bantah Terduga Teroris FA Pengurus Muhammadiyah

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono menegaskan, FA terduga teroris yang ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror di Bandara Soekarno Hatta, bukan pengurus PP Muhammadiyah.

"FA merupakan anggota organisasi Jamaah Islamiyah (JI) Yogyakarta," kata Argo dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Sabtu (10/4/2021).

Argo menyebutkan, pihaknya perlu meluruskan pemberitaan yang menyebutkan terduga teroris FA adalah pengurus PP Muhammadiyah.

"Hal itu tidak benar," kara Argo.

Menurut Argo, beredarnya berita soal terduga teroris FA sebagai pengurus organisasi keagamaan di Tanah Air sudah menjadi strategi jaringan terorisme JI.

"Memang strategi JI adalah membenturkan pemerintah dengan organisasi agama yang ada agar terjadi konflik," ungkap Argo.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu menjelaskan, hasil dari penyidikan, FA merupakan anggota kelompok teroris JI yang memiliki peran cukup vital.

FA, kata Argo, diketahui sebagai orang yang melakukan doktrinisasi terhadap anggota kelompoknya.

"Yang bersangkutan melakukan perekrutan beberapa orang untuk masuk ke dalam organisasi JI dan melakukan I’dad atau pelatihan militer dan mendaki Gunung Lawu yang merupakan salah satu tahapan persiapan dalam aktifitas terorisme kelompok ini," ujarnya.

FA ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror Polri di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (8/4) setelah pulang dari Turki bersama istrinya DM.

Pernyataan Sikap Organisasi Pemuda dan Remaja Muslim Kampung FA

PERNYATAAN SIKAP DARI SELURUH ELEMEN ORGANISASI PEMUDA DAN REMAJA MUSLIM SE-SURYOWIJAYAN

Kami menyatakan bahwa Ustadz Fahrurozi Abu Syamil (FA) adalah guru ngaji di kampung kami yang telah kami kenal sebagai:

1. Pribadi yang baik.

2. Mengajarkan dakwah yang menyejukan.

3. Mengajarkan Islam yang rahmatan lil 'alamin.

4. Tidak pernah mengajarkan tindakan melawan hukum (kekerasan, kriminal, ekstrimisme/ terorisme).

5. Mengajarkan kepedulian sosial sesama muslim maupun non-muslim yang membutuhkan.

6. Selama ini mengajarkan kepada kami kebaikan, keselamatan, dan kedamaian.

7. Mengajarkan kepada kami mencintai Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta.

Demikianlah kesaksian dari kami atas pribadi beliau yang kami ketahui selama ini.

Pernyataan ini dibuat oleh:

1. Pemuda Muhammadiyah Suryowijayan
2. Nasyiatul Aisyiah Suryowijayan
3. Kokam Suryowijayan
4. Remaja & Pemuda RW 07 Taman Melati
5. Remaja & Pemuda RW 06 Melati Muda
6. Remaja Masjid RW 02 (Al-Fath)
7. Remaja Masjid Al Hidayat RW 01 (Kharisma)
8.  Remaja Al-Mukminun RW 05
9. Remaja Adz-Dzakirin RW 05
10. Remaja Muslim RW 04
11. Remaja & Pemuda Mushola An-Nur RW 03
12. Dan sebagainya.

(TTD / TANDA TANGAN SELURUH KETUA & PENGURUS)