Membubarkan Kemenristek adalah Langkah Yang Salah

Membubarkan Kemenristek adalah Langkah Yang Salah

Oleh: @yanuarnugroho
(ISEAS Yusof Ishak Institute)

Kalau memang mau dikenang sebagai pemerintahan yang meletakkan kemajuan bangsa, langkah membubarkan Kemenristek (halusnya: melebur Kemenristek ke Kemendikbud) adalah langkah yang salah. 

Boleh ada BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), tapi membubarkan Kemenristek itu salah.

Di mana salahnya? Tidak adanya lagi Kementerian yang secara khusus punya fungsi menata kebijakan dan strategi riset (iptek, inovasi). Padahal, tanpa riset, iptek, dan inovasi yang bermutu sebagai hasil strategi dan kebijakan (bukan serba mendadak mau cepat), tak akan ada kemajuan.

Kalau gitu, gimana kalu kebijakan ristek inovasi sekalian di BRIN? 

Gak boleh. BRIN itu badan. Tugasnya implementasi. Adanya deputi, bukan dirjen. Coba lihat UU 11/2019. 

Kalau dipaksakan kebijakan di BRIN, maka akan numpuk semua. Potensi penyelewengan kuasa akan makin besar.

Yaudah. kalo gitu kebijakan ristek inovasi di Dikbud. Gak apa-apa kementeriannya besar. Begitukah?

Dengan rentang kebijakan seluas ini --dari hulu ke hilir, mencakup pddk usia dini, dasar, menengah, vokasi, tinggi, riset, iptek, inovasi, dan budaya-karakter-- risikonya BESAR.

Risiko apa?

(1) semuanya setengah-setengah, karena urusan kebijakan (plus implementasi) banyak sekali. 

dan/atau

(2) berantakan dan gagal. juga karena yang ditangani luar biasa banyaknya.

Loh tapi kan banyak orang pinter di Dikbud? Gak akan tertangani maksimal. Percayalah.

SELENGKAPNYA....