Terusan Suez Macet Karena Kapal EVERGREEN, Dunia Rugi Rp 5,6 Triliun Per Jam, Turki Tawarkan Bantuan

[PORTAL-ISLAM.ID]  KAIRO – Kemacetan di Terusan Suez, Mesir, membuat dunia rugi 400 juta dollar AS (Rp 5,6 triliun) per jam untuk barang yang tertunda menurut perkiraan Lloyd's List.

Kemacetan di Terusan Suez tersebut dipicu oleh kapal kargo berukuran besar, EVERGREEN, yang tersangkut di kanal tersebut.

Kapal tersebut telah tersangkut di salah satu rute perdagangan paling penting di dunia itu sejak Selasa (23/3/201).

Kanal tersebut menyediakan rute pelayaran yang penting yang menghubungkan Eropa ke Asia atau sebaliknya.

Lloyd's List merupakan jurnal berita perkapalan yang berbasis di London, Inggris.

Lloyd's List memperkirakan, nilai barang di dalam kapal kargo yang melewati Terusan Suez rata-rata 9,7 miliar dollar AS (Rp 139 triliun) setiap harinya.

Dari nilai tersebut, sebesar 5,1 miliar dollar AS (Rp 73 triliun) dibawa oleh kapal-kapal dari timur ke barat.

Sedangkan 4,6 miliar dollar AS (Rp 66 triliun) sisanya dibawa oleh kapal-kapal dari barat ke timur.

Lloyd's List menjelaskan lagi, hingga saat ini hampir 300 kapal terpaksa terhalang pelayarannya untuk melewati kanal tersebut.

Kemacetan di Terusan Suez juga belum rampung diatasi dan kemungkinan butuh waktu berpekan-pekan untuk membebaskan Ever Given.

Turki tawarkan bantuan untuk kapal yang terdampar di Terusan Suez

Jika diperlukan, Turki siap mengulurkan tangan membantu menyelesaikan kemacetan akibat kapal muatan kapal terdampar di Terusan Suez Mesir, kata menteri transportasi dan infrastruktur negara itu Adil Karaismailoglu pada Jumat (26/3/2021).

"Kami telah menawarkan bantuan, dan kami akan mengirimkan bantuan jika mereka datang dengan tanggapan yang positif," kata Karaismailoglu kepada saluran berita NTV.

"Kapal tanggap darurat kami Nene Hatun adalah salah satu dari sedikit kapal di dunia yang melakukan operasi besar-besaran seperti itu," ujar dia.

Sebuah kapal kargo kontainer besar Panama, EVERGREEN, kandas saat melewati saluran baru di kanal tersebut pada Selasa pagi.

Saat upaya penyelamatan terus berlanjut, pihak berwenang mengatakan perlu waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu untuk membebaskan kapal, meningkatkan kekhawatiran penundaan pasokan minyak yang parah.

Terusan Suez dianggap sebagai salah satu kanal dan selat terpenting di dunia, yang merupakan jalur pelayaran terpendek antara Eropa dan Asia, dan merupakan salah satu sumber utama pendapatan bagi Mesir.
(Sumber: Anadolu)
Baca juga :