KITA TIDAK DIAM !!!

KITA TIDAK DIAM

21 April 1453 kapal-kapal pasukan Muhammad Al Fatih tertahan di Selat Bosphorus. Kapal-kapal ini tak bisa menembus rantai baja berduri yang membentang di kedua sisi daratan menghalangi jalur dari Bosphorus tersebut. 

Pertahanan yang dilakukan oleh Konstantin memang digdaya. Selain arsitektur benteng Konstantinopel yang kokoh di darat, di lautan pun demikian juga. Tak ayal, beberapa kali benteng Konstantinopel ditembus dalam kurun 797 tahun, Konstantinopel tetap tegak berdiri dengan kokohnya.

Cara yang tak biasa pun dilakukan. Cara yang tidak dapat diketahui bahkan diprediksi oleh pasukan Konstantinopel. Senyap.

72 kapal dari ratusan kapal yang tertahan di Selat Bosphorus diangkat dan dipindahkan melalui jalur darat Galata yang berbukit. Melewati rantai raksasa penghancur kapal yang membentang.

Ya, perjuangan (dan juga pembelaan) tak selalu harus diketahui khalayak ramai. Karena justru jika diketahui malah berdampak buruk terhadap upaya perjuangan itu sendiri.

Bukankah kita masih ingat mengenai strategi Khalid ibn Walid sebelum masuk Islam dalam perang Uhud yang juga tak diketahui oleh para sahabat dan malah berhasil memukul mundur pasukan kaum Muslimin? 

Jika kita paham itu, maka sejatinya kita pun akan paham mengapa dalam kondisi sekarang tak banyak langkah dan upaya perjuangan dan atau pembelaan terhadap agama, ulama dan umat Islam yang dipublikasikan (terutama di media sosial).

Lawan kita bak pasukan Konstantinopel yang memiliki resources segala rupa. Kita perlu strategi yang matang. Dan tentunya, strategi yang tidak diketahui oleh mereka yang menghadang.

Ketahuilah. Kita tidak diam.

(Azzam Mujahid Izzulhaq)

*fb penulis