Tim Hukum FPI: Lima Tersangka Lain Minta Ditahan Seperti Habib Rizieq

[PORTAL-ISLAM.ID] Usai Habib Rizieq Shihab ditahan Polda Metro Jaya, lima tersangka lainnya dalam kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 meminta dijerat pasal yang sama dan juga ditahan.

Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar menyampaikan pesan dari kelima tersangka tersebut.

"Bukan siap (dijerat pasal yang sama dengan Habib Rizieq), tapi minta," ujar Azis Yanuar kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (13/12).

Kelima tersangka tersebut yaitu, ketua panitia akad nikah, Haris Ubaidillah; sekretaris panitia, Ali Bin Alwi Alatas; penanggungjawab bidang keamanan, Maman Suryadi; penanggungjawab acara yang juga Ketua Umum FPI, Ahmad Shobri Lubis; dan kepala seksi acara, Idrus.

"Sebagai bentuk kalau mereka minta diperlakukan tidak adil juga sama dengan Habib Rizieq. Supaya dapat diperlakukan dzolimnya tuh maksimal. Ini pandangan menurut mereka ya, supaya diperlakukan dzolimnya itu maksimal, sehingga doa-doanya diijabah selalu oleh Allah," pungkas Azis.

Habib Rizieq resmi ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka. Habib Rizieq disangkakan melanggar Pasal 160 KUHP tentang penghasutan untuk melakukan kekerasan dan tidak menuruti ketentuan UU dengan ancaman 6 tahun penjara.

Selain itu, Pasal 216 Ayat 1 KUHP tentang menghalang-halangi ketentuan UU dengan ancaman pidana penjara 4,5 bulan atau denda Rp 9 ribu. Dan Pasal 93 UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman kurungan satu tahun atau denda Rp 100 juta. 

Tanggapan Polda

Tiga tersangka Ketua Panitia akad nikah, Haris Ubaidillah; Sekretaris panitia, Ali Bin Alwi Al Atas; dan Kepala Seksi Acara, Idrus. Mereka telah menyerahkan diri pada Minggu (13/12) pukul 01.00.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan bahwa ketiganya dikenakan pasal yang berbeda dengan Habib Rizieq.

Pasal yang dikenakan adalah hanya pasal 93 UU Kekartinaan dengan ancaman satu tahun penjara.

Yusri menjelaskan bahwa ketiga tersangka tersebut, tidak akan ditahan lantaran ancaman hukumannya hanya satu tahun.

"Kan Pasal 93 kan cuman ancamannya satu tahun, nggak akan ditahan, tapi nanti kita lihat hasilnya sepertinya apa," kata Yusri.

"Sekarang ini masih dalam pemeriksaan masih berjalan pemeriksaannya. Nanti kita tunggu saja hasilnya seperti apa dari penyidik. Apakah masih di pasal 93 atau ada penambahan pasal di situ,” demikian Yusri Yunus. 

(Sumber: RMOL)