KH Mudzakir: Di Amerika Yang Bukan Negara Pancasila 1 Nyawa Dibunuh Gempar, di Sini 6 Nyawa Hilang Diumumkan dengan Wajah Bengis

[PORTAL-ISLAM.ID]  Pengasuh Pondok Pesantren Al Islam Surakarta, KH Mudzakir jadi perbincangan publik di media sosial. Pasalnya, salah satu videonya yang membahas tentang 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak Polisi, viral pada Kamis (17/12/2020).

Lewat video, KH Mudzakir menyentil pihak kepolisian yang dinilai arogan dalam menegakkan hukum terhadap 6 laskar FPI itu.

KH Mudzakir bilang, di Amerika yang bukan negara Pancasila saja mereka sangat menghargai nyawa manusia. Satu orang tewas di tangan kepolisian saja gempar.

“Untuk 6 nyawa yang dibunuh, tenang-tenang saja, di Amerika sana, negara yang sama sekali tidak Islam, negara yang sama sekali tidak pancasilais, (tapi) satu orang mati, gempar seluruh dunia, hanya satu orang mati,” kata KH Mudzakir di video tersebut.

Dia menyayangkan kepolisian yang seolah bangga dan mengumumkan 6 korban laskar FPI yang tewas ditembak.
 
“Ini 6 nyawa ditumpas, dan yang membunuh yang menumpas, mengakui lagi, mengumumkan dengan wajah yang bengis. Apakah itu penghormatan? apakah itu perlindungan? apakah itu pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat?” kata Mudzakir.

Dia menilai, smboyan kepolisian 'melindungi dan mengayomi' hanya sebatas di bibir.

“Kalau semboyannya katanya mengayomi dan melayani masyarakat, apakah 6 orang itu tidak tergolong masyarakat yang harus diayomi dan dilayani?” tananya.

Dia mengatakan, Indonesia adalah negara hukum. Semua kasus seharusnya melalui jalur hukum bukan lantas ditembak.

“Katakanlah kalau dia penjahat… katanya ini negara hukum, di mana hukumnya? kenapa mereka itu dibantai begitu saja?” ucapnya.

Dia meminta umat Islam punya kepedulian terkait kasus ini. Setidaknya sebagai saudara sesama kemanusiaan.

“Walaupun tidak ada hubungan keluaga, tidak ada hubungan kerabat, tapi mereka adalah manusia, sama saja agamanya Islam atau bukan Islam kalau mereka dibantai, disia-siakan, zalim kita membiarkannya,” tegasnya. [FIN]

[Video]