TANPA SEKAT

TANPA SEKAT

Sering saya bilang kalau dunia relawan itu tanpa sekat, seperti tidak ada jarak yang kerap kali dialami oleh orang lain. 

Ketika para milenial histeris melihat artis idolanya dan hanya bisa sebatas meneriakkan nama sang idola dari jauh, para relawan justru bisa ngopi atau nongkrong bareng, bahkan seperti teman akrab sama sang artis. 

Ketika orang-orang saling berebut minta poto bareng atau sekadar bersalaman dengan pejabat, para relawan justru mudah berdekatan bahkan poto bersama pejabat. Nggak perlu perjuangan besar, nggak perlu pakai batik. Tanpa protokol. Apa adanya. 

Apa yang menghilangkan sekat dan merapatkan jarak itu? Rasa kemanusiaan. Kepedulian terhadap sesama menyajikan interaksi yang hangat namun cair dalam bingkai kolaborasi.

Foto: Apel Kesiapsiagaan DKI Jakarta, 4 November 2020, bersama Gubernur Anies Baswedan

(Bayu Gawtama)