Simak 10 Hal Dari Partai Ummat yang Didirikan Amien Rais


[PORTAL-ISLAM.ID] Mantan pendiri dan Ketua Umum PAN Prof. Amien Rais resmi mendirikan partai baru bernama Partai Ummat. Partai baru ini resmi diumumkan pada 1 Oktober 2020 bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Berikut sejumlah fakta seputar pendirian Partai Ummat, di antaranya:

1. Kongres Kendari

Sejak Mei 2020, Amien Rais sudah sempat dikabarkan akan mendirikan partai baru yang kala itu bakal diberi nama PAN Reformasi. Isu ini kian mencuat dalam Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, pertengahan Februari 2020.

Kala itu, Amien sebagai pendiri PAN dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berbeda pandangan tentang sikap partai terhadap pemerintahan. Di Kongres V PAN ini, Zulkifli yang juga besan Amien terpilih kembali menjadi ketua umum. Sementara, Amien menyokong lawan Zulkifli, Mulfachri Harahap.

Setelah terpilih menjadi ketua umum di periode kedua, Zulkifli tak lagi mendapuk Amien sebagai Ketua Dewan Kehormatan PAN. Amien Rais mengklaim dirinya dipecat dari PAN.

"Saya sudah enggak di PAN. Saya sudah dikeluarkan anak-anak buah saya itu karena enggak setuju gabung dengan rezim yang enggak ketulungan itu," kata Amien pada Jumat, 24 Juli 2020.

2. Absen di HUT PAN

Agustus 2020 PAN mengadakan perayaan hari ulang tahun (HUT) partai ke-22. Amien absen dalam perayaan tersebut. Ia tak terlihat hadir secara fisik maupun virtual.

Dalam acara ini, Zulkifli mengatakan PAN dan Amien Rais memiliki tujuan yang sama. Hanya saja, kata dia, cara yang mereka pilih berbeda satu sama lain. Zulkifli mengibaratkan Amien seperti pesawat yang terus maju tanpa rem.

"Pak Amien itu ibaratnya pesawat maju terus, tidak ada gigi, tidak ada rem. Kalau kita ini kan, kadang-kadang perlu gigi mundur dulu, kadang-kadang perlu ngerem dulu, tapi tujuannya sama," kata Zulkifli.

3. Islam Rahmatan Lil Alamin

Hingga akhirnya setelah perayaan HUT partai ini, pembicaraan untuk pembentukan partai baru terus dilakukan. Amien mengatakan bahwa partai baru ini didirikan dengan asas Islam rahmatan lil alamin. Menurut dia, rencana ini berangkat dari perkembangan kondisi bangsa dan negara akhir-akhir ini yang menurutnya memerlukan kehadiran partai anyar.

"Karena itulah saya dan beberapa sahabat saya dari berbagai kalangan telah bersepakat bulat segera mendeklarasikan sebuah partai baru," kata Amien Rais lewat siaran langsung Youtube Amien Rais Official, Kamis, 10 September 2020.

4. Di Ambang Krisis

Amien mengatakan mungkin sebagian anak bangsa merasa kondisi Indonesia baik-baik saja. Namun kata Amien, ia dan sejumlah sahabatnya menganggap banyak sekali indikasi yang menunjukkan Indonesia berada di ambang krisis.

Baik krisis sosial, politik, dan ekonomi yang kian memburuk menuju resesi bahkan bisa-bisa depresi. Di sisi lain, kata dia, kekuasaan rezim yang sedang memikul harapan rakyat tampak semakin jauh atau menjauhi nilai-nilai moral, etika, akhlak yang baik dan adil.

5. PAN Yakin Kader Rasional

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi meyakini PAN akan tetap solid meski Amien Rais membentuk partai baru. Ia optimistis hanya sebagian kecil dari partainya yang akan bergabung dengan partai anyar bentukan besan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan itu.

"Pengurus dan kader PAN itu rasional dan berakal sehat, tentu akan mempertimbangkan hal tersebut dan tidak akan ikut dengan partai baru," kata dia.

6. Loyalis Amien Rais

Adapun loyalis Amien Rais, Agung Mozin mengatakan mereka ingin mereformasi PAN yang didirikan Amien pada 1998 itu. "Karena ingin mereformasi PAN, yang dulu pernah dibangun oleh Pak Amien, dari tangan-tangan jahil dan tangan-tangan kotor itu," ujar Agung Jumat 11 September 2020.

Menurut Agung, partai baru ini rencananya akan dideklarasikan pada awal Desember mendatang di Jakarta. Saat itu, kata dia, struktur dan AD/ART partai sudah rampung terbentuk.

7. Santri Perkotaan

Di tengah hiruk pikuk rencana pendirian partai baru ini, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang Ahmad Atang mengatakan, rencana Amien Rais mendirikan Partai Ummat dengan mengusung asas Islam, karena ingin mencoba menggaet kaum santri perkotaan sebagai basis dukungan.

"Dengan mengusung asas Islam, Amin Rais ingin partai barunya tampil beda dengan PAN yang nasionalis moderat. Amien Rais mencoba memungut kaum santri perkotaan sebagai basis dukungan, padahal selama ini kaum santri selalu identik dengan PKS," kata Ahmad Atang kepada Antara di Kupang, Sabtu 12 September 2020.

8. Dua Tujuan

Meski demikian, deklarasi partai baru dilakukan lebih cepat, yaitu 1 Oktober 2020. Dalam mukadimah atau pendahuluan tentang Partai Ummat, Amien menyatakan bahwa partai yang berlandaskan Kitab Suci Islam ini memiliki dua fokus tujuan.

Pertama, memerintahkan tegaknya kebajikan dan memberantas keburukan (amar ma'ruf nahi munkar). Kedua, menegakkan keadilan dan memberantas kezaliman.

“Bila yang pertama bergerak lebih pada tataran personal, familiar, dan komunal (atau) level mikro. Maka yang kedua bergerak lebih pada tataran nasional atau level makro dan berkaitan erat dengan masalah kekuasaan,” ujar dia dalam akun Youtube Amien Rais Official.

9. Negara Dapat Zalim dan Adil

Amien juga mengatakan dengan sarana, aparat yang lengkap, serta kekuasaan yang paling besar, negara dapat melancarkan kezaliman dalam urusan politik hingga kemanusiaan. “Namun negara pula yang dapat menegakkan keadilan bagi semua rakyatnya,” kata Amien.

Dia menyatakan hal itu tergantung pada pemerintah yang sedang berkuasa, apakah sedang membela kepentingan rakyat atau sedang membela kepentingan konglomerat.

10. Melawan Kezaliman

Pada akhirnya, kata Amien, segolongan umat manusia harus berikhtiar untuk menegakkan keadilan. "Sekaligus melawan kezaliman secara sistematik lewat perjuangan politik,” katanya.

Amien menyampaikan Partai Ummat bertekad akan bekerja bersama anak bangsa lainnya melawan kezaliman dan menegakkan keadilan. Serta berjuang memegang teguh Pancasila, UUD 1945 dan semua aturan demokrasi universal.

(Sumber: Tempo)