Faisal Basri Bantah Alasan Pemerintah Urgensi UU Cipta Kerja Untuk Investasi


[PORTAL-ISLAM.ID] DPR dan Pemerintah telah mengesahkan UU Omnibus Law Cipta Kerja pada Rapat Paripurna DPR, Senin (5/10/2020).

Pemerintah menyampaikan alasan urgensi UU Cipta Kerja adalah untuk meningkatkan investasi. Dengan meningkatnya investasi maka akan membuka lapangan kerja.

Argumen Pemerintah ini dibantah oleh ekonom senior Faisal Basri di acara Mata Najwa tadi malam, Rabu (7/10/2020).

Faisal Basri memaparkan data yang menunjukan kondisi investasi di negara kita baik-baik saja. Tidak ada masalah dengan investasi selama ini, sehingga tidak tepat UU Omnibus Law itu. Masalahnya bukan pada investasi.

"Saya pakai data saja ya. Tidak ada masalah mendasar tentang investasi di kita. Investasi di Indonesia baik-baik saja, walaupun tidak spektakuler."

"Yang jadi masalah.. investasi itu hasilnya kecil. Ibaratnya kita makan makanan bergizi, tapi berat badan kita tidak naik, karena banyak cacing di perut. Itu namanya Korupsi. Korupsi itu bikin investor di luar negeri maupun dalam negeri sakit kepala. Jadi nomor satu masalahnya adalah Korupsi. Nomor dua birokrasi pemerintah yang tidak efisien. Sedang soal KetenagaKerjaan hanya nomor 11," tegas Faisal Basri.

Simak selengkapnya video: