Andi Arief: Kalau Mengikuti Ajaran Soekarno, Seharusnya PDIP Yang Paling Pertama Menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja


[PORTAL-ISLAM.ID]  Ketidakadilan menjadi salah satu alasan Fraksi Demokrat menolak omnibus law RUU Cipta Kerja yang baru saja disahkan DPR RI bersama dengan pemerintah untuk dibawa ke paripurna. Demokrat berpandangan, isi RUU Cipta Kerja bertentangan dengan poin ‘keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’ yang tercantum dalam Pancasila.

Atas dasar itu, politisi Demokrat, Andi Arief heran dengan PDIP yang menyetujui RUU Cipta Kerja itu.

“Omnibus law ini dibaca enggak ya sama kawan-kawan PDIP?” kata Andi Arief di akun Twitternya, Minggu (4/10).

Ia ragu kader PDIP betul-betul membaca dengan seksama poin per poin RUU Ciptaker. Sebab bila dipahami, kata Andi Arief, maka besar kemungkinan mereka akan turut menolak.

“Harusnya (PDIP) yang pertama menolak karena merasa memiliki keadilan sosial Soekarno ya kawan-kawan itu,” ujar Andi Arief.

“Kecuali pimpinannnya ada yang keblinger, enggak ada syarat-syarat sedikit pun PDIP menerima RUU itu,” tutup mantan Staf Ahli Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono ini.

RUU Ciptaker dinilai mencerminkan bergesernya semangat Pancasila, utamanya sila keadilan sosial ke arah ekonomi yang terlalu kapitalistik dan neo-liberalistik.

Ditolak Para Buruh

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja yang baru saja disepakati DPR dan Pemerintah untuk disahkan di Paripurna DPR yang rencananya pada 8 Oktober mendatang.

KSPI akan menggelar demo beserta mogok kerja.

RUU Cipta Kerja ini telah disetujui oleh 7 fraksi DPR: PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, PPP, PAN.

Sementara yang menolak hanya 2 fraksi: Demokrat dan PKS.