Meteri KKP Edhy Prabowo Tanggapi TEMPO Dkk


[PORTAL-ISLAM.ID] Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo menjadi sorotan media terkait kebijakannya membolehkan ekspor benih lobster yang sebelumnya dilarang di era Menteri Susi Pudjiastuti.

Media yang sangat tajam menguliti Menteri dari Gerindra itu salah satunya adalah majalah TEMPO dengan cover yang 'Tempo' banget hehehe...

Terkait pemberitaan media (Tempo dkk), berikut tanggapan bijak Menteri Edhy Prabowo yang diposting di akun facebooknya, Rabu (15/7/2020):

SAYA, BERITA, DAN MEDIA MASSA

Belakangan ini, nama saya kerap dimuat media massa terkait dengan kebijakan Permen 12 Tahun 2020 terkait benih bening lobster. Ada yang mendukung, ada pula yang mengkritik. Lantas, bagaimana saya menyikapi ini semua?

1. Saya menghormati segala pemberitaan media massa. Saya tidak anti terhadap kritik dan menjunjung tinggi demokrasi. Bagi saya, pers adalah kontrol sosial dan pilar keempat demokrasi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Kebebasan Pers.

2. Selama tiga periode menjabat anggota DPR dan sembilan bulan menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, saya sudah terbiasa dengan kritik. Saya juga sangat terbiasa berdiskusi dan bertukar pikiran dengan insan pers. Baik pemimpin redaksi, hingga tingkat reporter di lapangan. Bagi saya, pers adalah mitra dalam bekerja.

3. Saya tidak mempersoalkan terkait pemberitaan saya di berbagai headline media massa. Andai kata ada persoalan dengan pemberitaan pun, tentu saya akan menyikapi dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Mulai dari hak jawab, hingga pelaporan kepada Dewan Pers.

4. Terkait dengan beredarnya daftar wartawan di sosial media yang dikaitkan dengan pemberitaan KKP, saya pastikan bahwa itu tidak dilakukan pihak internal KKP. Dan setelah kami cek, ternyata dokumen tersebut terjadi pada masa menteri sebelum saya, dan telah dilakukan audit oleh penyelenggara negara. Sehingga bukan ranah saya untuk menyikapi dokumen tersebut.

5. Saya mengajak kepada seluruh komponen media massa agar tetap melakukan tugas-tugas jurnalistik sesuai dengan kode etik. Tetap kritis, tapi juga harus objektif, berimbang dan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah. Kritik itu perlu, tapi memberi solusi dan mengedukasi publik jauh lebih penting.

Hormat saya,
Edhy Prabowo

SAYA, BERITA, DAN MEDIA MASSA Belakangan ini, nama saya kerap dimuat media massa terkait dengan kebijakan Permen 12...
Dikirim oleh Edhy Prabowo pada Rabu, 15 Juli 2020