MAKIN TERBONGKAR... Jejak Mardigu Wowiek Sebut FPI Memiliki Ideologi Sama Dengan Kelompok Teroris


[PORTAL-ISLAM.ID]  Semakin terbongkar... dan semakin terbuka... jejak digital siapa itu Margidu Wowiek yang saat ini tengah viral.

Saat ini dikenal sebagai pengusaha, julukannya Bossman Sontoloyo... kemarin terbaru baru bincang-bincang dengan dai kondang Aa Gym.


TAPI... ada jejak digital.. Mardigu Wowiek sebelum-sebelum ini kok malah disebut AHLI TERORISME (Terrorism expert)???

TERUS... kok menuduh FPI memiliki ideologi yang sama dengan kelompok-kelompok Teroris???

Jejak lama ini muncul... karena beberapa waktu lalu ada netizen yang mengungkap Sosok yang Disebut Calon 'proxy/boneka' Presiden Berikutnya... dan dari ciri2 yang diungkap mengarah ke sosok Mardigu Wowiek..

HEBOH Sosok Ini Disebut Calon 'proxy/boneka' Presiden Berikutnya
https://www.portal-islam.id/2020/05/heboh-sosok-ini-disebut-calon.html

NAH... SEKARANG ADA JEJAK TENTANG MARDIGU INI...

JEJAK YANG SUNGGUH MENGEJUTKAN....

Silakan dibaca sendiri... (di bawah ada terjemahan google)

[12 November 2014]
FPI's Ideology Similar to Terrorism, Says Expert  

TEMPO.CO, Jakarta - Terrorism expert Mardigu Wowiek said that the Islamic Defender Front (FPI) had the same ideology as radical terrorist groups in Indonesia. For example, FPI is arrogant and self-righteous. “They hate other religions, same as terrorists,” Mardigu told Tempo on Wednesday.

Another similarity is FPI likes to solve problems using their own way which tends to be anarchic. They act as though they ignore the law that applies in Indonesia. “The difference with terrorists is that FPI has no desire to cause chaos in Indonesia,” he said.

Based on those similarities, Mardigu continued that there are relations between radical terrorist group with the FPI. He said FPI is a safe gathering place for people with radical views because if they join a terrorist group, they will be at risk with the police.

Controversy on FPI reemerged after they protested against Ahok as the governor of the Jakarta government because Ahok is of Chinese descent and a Christian. Their last protest ended in riots.

Because of the incident, Ahok sent a recommendation letter to disband FPI last Monday to the Home Affairs Ministry and the Justice and Human Rights Ministry. The letter contains four points why FPI has to be disbanded. Among them are FPI often carry out anarchic actions, spreads hatred and disrupts the inauguration of governor and causes traffic congestion, which violates the constitution.

https://en.tempo.co/read/621542/fpis-ideology-similar-to-terrorism-says-expert

[Terjehaman ala google]

Ideologi FPI Mirip dengan Terorisme, Kata Pakar

Pakar terorisme Mardigu Wowiek mengatakan bahwa Front Pembela Islam (FPI) memiliki ideologi yang sama dengan kelompok-kelompok teroris radikal di Indonesia. Misalnya, FPI sombong dan sok suci. "Mereka membenci agama lain, sama seperti teroris," kata Mardigu kepada Tempo, Rabu.

Kesamaan lainnya adalah FPI suka memecahkan masalah dengan menggunakan caranya sendiri yang cenderung anarkis. Mereka bertindak seolah-olah mereka mengabaikan hukum yang berlaku di Indonesia. "Perbedaannya dengan teroris adalah bahwa FPI tidak memiliki keinginan untuk menyebabkan kekacauan di Indonesia," katanya.

Berdasarkan kesamaan itu, Mardigu melanjutkan bahwa ada hubungan antara kelompok teroris radikal dengan FPI. Dia mengatakan FPI adalah tempat berkumpul yang aman bagi orang-orang dengan pandangan radikal karena jika mereka bergabung dengan kelompok teroris, mereka akan beresiko dengan polisi.

Kontroversi tentang FPI muncul kembali setelah mereka memprotes Ahok sebagai gubernur pemerintah Jakarta karena Ahok adalah keturunan Cina dan seorang Kristen. Protes terakhir mereka berakhir dengan kerusuhan.

Karena kejadian itu, Ahok mengirim surat rekomendasi untuk membubarkan FPI Senin lalu ke Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Surat itu berisi empat poin mengapa FPI harus dibubarkan. Diantaranya adalah FPI yang sering melakukan tindakan anarkis, menyebarkan kebencian dan mengganggu pelantikan gubernur dan menyebabkan kemacetan lalu lintas, yang melanggar konstitusi.

[Jangan lupa screenshot sebagai barbuk]