Perang Erdogan Demi Menciptakan "Zona Aman" di Suriah


Oleh: Hasmi Bakhtiar
(Pengamat Internasional)

Pasukan tambahan Turkey mulai bergerak ke utara Suriah dalam misi penuntasan “zona aman” (safe zone) yang sedang dikebut Erdogan.

Proyek “zona aman” adalah salah satu proyek terbesar sekaligus tersulit yang pernah digarap Erdogan. Sejatinya menciptakan “zona aman” adalah peperangan negara-negara kuat dalam perang Suriah.

Di lapangan, tentara Turkey akan berhadapan dengan pasukan YPG Kurdi Suriah yang senjata dan perlengkapan perangnya dipasok Amrik. Jadi walau Trump bilang menarik pasukan Amrik tapi faktanya malam ini pasokan senjata Amrik kembali masuk ke YPG dari perbatasan Irak.

Sampai saat ini Turkey baru menyelesaikan “zona aman” seluas 4000 meter persegi. Rencananya “zona aman” akan membentang seluas 460 km persegi dan akan masuk ke wilyah Suriah sedalam 32 km. Aleppo dan Raqqa sbg wilayah YPG akan ikut dibabat Turkey.

Erdogan harus berani mengambil risiko menuntaskan “zona aman” agar 2 juta lebih pengungsi Suriah di Turkey bisa pulang. Saat ini Turkey menanggung biaya para pengungsi sendirian. Uni Eropa menjanjikan bantuan dg syrat pengungsi Suriah tidak masuk Eropa ternyata mangkir

Gw lihat Erdogan punya kelebihan menonjol dalam beradu otak dg dua pemimpin dunia: Merkel dan Trump. Dengan semua ancaman Trump Erdogan tetap jalan dg semua rencananya. Lokasi yang ditinggalkan pasukan Amrik beberapa jam lalu digantikan pasukan Turkey.

Apakah proyek “zona aman” ini akan tuntas? Gw rasa masih jauh, tapi Erdogan kali ini berhasil memukul YPG sekaligus merusak rantai hubungan YPG dg Amrik. Kadang tampil apa adanya Trump ini bisa jadi senjata.

Dan secara politik Erdogan telah menang di hadapan dunia internasional. Jelas Turkey ingin masuk tanah Suriah, tapi ga ada yang berani halangi. Statement Trump cuma ancaman kosong. UE bilang: kami paham tapi kalo bisa Turkey selesaikan dg damai. Rusia: wajar yg Turkey lakukan.

Yang menarik justru Saudi dan UEA bersiap membela YPG. Padahal Amrik saja cabut ga mau ikutan. Menurut logika bisnis Trump, ngapain kita ikut perang yang bukan peperangan kita? Cari penyakit aja.

Sebenarnya siapa YPG? Komunis yang ga percaya Tuhan yang sejak lama membunuh Kurdi dan Arab. Tapi karena musuhnya Turkey maka MBS (Mohamad Bin Salman) dan MBZ (UEA) tetap akan bela. Sama dg kasus di Irak, karena bencinya Saudi terhadap demokrasi rela patungan dg UEA 1M usd sbg dukungan kpd rezim syiah Irak

Kisah panas Kawasan ini akan terus berlanjut.

(Dari twitter @hasmi_bakhtiar 9/10/2019)

Loading...