GOODBENER! Anies Tegaskan Jakarta Lebih Butuh Air Bersih, Bukan Air Beralkohol


[PORTAL-ISLAM.ID]  Alumni 212 akan menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat siang, 8 Maret 2019. Aksi ini untuk mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan yang akan melepas saham Anker Beer untuk kepentingan masyarakat.

Saat ditemui wartawan, Anies menegaskan, bahwa aksi yang akan digelar Alumni 212 dan Organisasi Masyarakat Front Pembela Islam atau FPI bukan dari hasil aduannya.

Anies tidak mempermasalahkan aksi mendukung penjualan saham PT Delta Djakarta Tbk itu. Dia kembali menegaskan kalau Jakarta memang tidak membutuhkan penghasilan dari penjulan minuman alkohol. Masalah krusial dihadapi masyarakat saat ini krisis air bersih.

"Saya rasa Jakarta lebih butuh air bersih bukan air beralkohol. Itu kebutuhan Jakarta hari ini," kata Anies di Pondok Labu Jakarta Selatan Jumat 7 Maret 2019.

Belakang, Anies memang mengeluarkan pernyataan berbau ancaman. Dia akan mengadukan kepada warga DKI jika DPRD tetap tidak merestui penjualan saham itu. "Kalau itu saya minta pada warga saja untuk mereview caleg-calegnya. Itu lebih penting," katanya.

Sebelumnya diketahui, terjadi silang pendapat antara Anies dan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi. Hingga saat ini surat yang dilayangkan Anies soal pelepasan saham itu belum juga direstui.

Menurut Anies, Pemprov DKI Jakarta memiliki saham 26,3 persen PT Delta Djakarta Tbk atau setara Rp1,2 triliun. DKI menerima dividen Rp38 miliar per tahun dari kepemilikan saham perusahaan bir. "Kalau nunggu pakai dividen butuh 30 tahun untuk dapat Rp 1,2 triliun," ujarnya.

Sebaliknya, jika DKI jadi melepas saham di perusahaan bir, maka kata Anies, DKI akan mendapatkan sahamnya senilai Rp1,2 triliun. Dengan jumlah tersebut, tentu bisa dimanfaatkan untuk pembangunan di berbagai aspek.

"Bisa buat rehabilitasi 100 sekolah, air bersih 1 juta rumah dengan angka segitu. Kalau beli bus Transjakarta dapat 240 Transjakarta. Kalau kita buat rumah sakit kelas A bisa dapat empat rumah sakit di Jakarta," ujarnya. (VIVA)