Taujih Anis Matta di Acara GARBI SUMUT


Taujih Anis Matta
(Medan, 27 Januari 2019)

Basis jihad siyasi adalah kuat dan amanah. Lihat dalam Buku Siyasah Syar'iyah. Basisnya adalah kisah Musa dalam Al Quran...

Kita ini sedang delay, ibarat pesawat, biasa 1 atau 2 jam, jangan berhenti bergerak, bekerja terus, jangan biarkan orang lain membuat kita tidak bergerak/tidak bekerja.

Delay kita tidak turun, hanya mendatar, untuk selanjutnya naik. Delay itu sunatullah, kisah nabi Musa, beliau delay selama 10 tahun, dan itu masa dia borun, dan dia terus melakukan kebaikan, dan masa itu dia menikah...

Jadi kita jangan diam.

Ada hikmah dari Delay:

1. Pematangan

Menguji ide, menguji tesis kita, ujian ide adalah lapangan. Relevansi adalah kebenaaran yang bersuasuai dengan ruang dan waktu. Kunci relevansi adalah kelenturan.

Apakah ide kita relvan?

2. Peneguhan

Agar kita jauh lebih mantap, momen spiritual, peta jalan hidup, selanjutnya agar kita jauh lebih yakin melangkah. Kita harus semakin teguh, bukan semakin ragu dan lemah.

Dalam delay kita harus banyak berpikir, merenung, berimanjinasi tentang masa depan.

Apa itu kirisis? ada masalah tapi tidak ada jawaban (krisis narasi).

Ada pemimpin tapi tidak memberikan solusi, tidak bisa menyelesaikan masalah itu krisis kepemimpinan..

Dunia sedang mengalami krisis...

Ada siklus: situasi krisis melahirkan pemimpin kuat, pemimpin kuat melahirkan situasi yang aman, situasi aman melahirkan pemimpin yang lemah.

Jadi masalah kita sebenarnya adalah... saat kita sedang meningkatkan kemampuan kita agar lebih besar, ada yang sedang menikmati hasil.

Berdasarkan hadist angka 30 tahun itu angka siklus Khulafaur Rasyidin, 20 tahun aman, 10 tahun penuh konflik ..

Masa Khulafaur Rasyidin:

1. Standar moral yang tinggi
2. Kemampuan manajeman politik yang tinggi

Itulah syarat amal, siyasi itu harus kita miliki.

Dalam ilmu startegi: Mengapa Jerman dan Jepang dibangun kembali oleh Sekutu? Karena jika tidak dibangun akan menjadi duri dalam daging.

Karena negara-negera yang kuat, jika berkonflik korbannya adalah negara-negara yang lemah...persis saat krisis 1998, pertarungan global...Indonesia salah satu korbanya..

Begitu juga dengan kita, menghadapi masalah:
1. Bermoral tinggi
2. Berpikir makro/lebih besar..

Jadi SUMUT ini masalah kecil, jika kita memikirkan Indonesia, Islam dan Global..

Dua Proyek Besar Untuk Mendaki:

1. Menta'sis ulang dakwah di Indonesia dengan cara yang cerdas, tanpa menghilangkan aset dakwah/SDM.

2. Sudah waktunya kita berpikir Time Line yang berlapis-lapis (Indonesia, Islam, Global ), ikut mereformasi gerakan Islam, menentukan peta jalan baru..

Maka jangan menengok kebelakang.

Untuk naik lagi kita harus menyiapkan diri kita secara mental.

Tips dari Ustadz Anis Matta:

 "Lakukan hal-hal yang tidak dipikirkan orang lain, maka antum akan jadi magnet".

"Apa yang kita lakukan ini masih sangat awal. Benturan-benturan realitas akan menyadarkan orang, secara perlahan-lahan, bahwa apa yang kita lakukan ini benar. Saat kita berjalan, orang yang melihat (menonton/mengamati) kita itu banyak, tidak mengapa, teruslah berjalan, nanti, lama-lama, orang yang melihat kita, akan ikut berjalan bersama kita."

NB...
Semoga bermaanfaat
Afwan jika banyak yang kurang....

(Bang Haji Ramadhan)