Tebarkan Hoax dan Kebencian, Akun @Kurawa @CangHariss dan @HaloJakarta Dilaporkan ke Polisi


[PORTAL-ISLAM]  Indo Digital Volunteer melaporkan sejumlah akun di media sosial yang dianggap memecah iklim demokrasi ke Polda Metro Jaya, Kamis (13/4) sore. Ketua Perkumpulan Indo Digital Volunteer, Anthony Leong menilai informasi-informasi yang diunggah akun-akun ini dapat memecah belah masyarakat.

Menurut dia, para blogger melaporkan ini agar menyatupadukan Pilkada demokrasi yang lebih demokratis, jujur dan tidak mengeluarkan isu SARA. Beberapa akun yang dilaporkan, di antaranya disebut merupakan buzzer atau pendukung dari Paslon Pilkada DKI Jakarta 2017/2022.

"Kami melaporkan pendukung atau buzzer Ahok-Djarot (Paslon 2) dan ada juga dari pendukung Anies - Sandi (Paslon 3)," ujar Anthony di Mapolda Metro Jaya.

Anthony mencontohkan akun @cangharis yang ternyata bukan akun resmi tim pemenangan Paslon nomor urut tiga Anies-Sandi. Ia mengaku telah menglarifikasi ke tim Anies-Sandi.

"Sebagai relawan digital dan pemerhati sosial media, kami tidak ingin media sosial diisi yang beginian," ujarnya.

Anthony mencontohkan akun lainnya, @kurawa. Beberapa waktu lalu, akun ini, kata dia, pernah mengunggah foto istri wakil presiden yang menunjuk angka tiga, tapi palsu dan diedit fotonya. Anthony menyebut pihaknya ingin memberi peringatan kepada seluruh akun buzzer yang bukan saja mengunggah informasi tapi lebih mengedepankan hal mendidik.

"Mungkin temen-temen lebih paham siapa di balik (akun, red) ini," ujarnya.

Yang ketiga, akun @halojakarta. Akun ini belakangan dianggap melecehkan ketua MPR sebagai ketua lembaga tinggi negara. Menurut yang dia amati, akun ini sudah berkiprah cukup lama.

Ia mengatakan, timnya sudah melihat beberapa akun media sosial yang provokatif. Pakar Digital Marketing itu menambahkan tim pelapor hanya mengiinginkan Pilkada DKI ini diwarnai suasana demokratis.

"Lebih kurang empat sampai lima akun kami laporkan. Kami ingin cek lagi. Tapi belum jelas juga, kalau kami ke Bawaslu, katanya ke Kemenkominfo saja, giliran di kemenkominfo, katanya harus ke polisi. Kami minta polisi tegas. Jangan seakan akan pengikut akun nya banyak tapi membuat informasi yang kurang baik," tegas dia.
Baca juga :