Pilgub Jabar 2018: Akankah Kembali Jadi Kuburan Lembaga Survei?


[PORTAL-ISLAM.ID] Drama perebutan kursi Jabar 1 dalam Pilkada serentak 2018 menarik untuk diikuti.

Empat pasangan calon bertarung memenangkan dukungan warga Jabar dalam pencoblosan yang digelar hari ini, Rabu (27/6/2018)

Dari 12 kali survei yang digelar sembilan lembaga survei. Hasilnya, pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi menjadi dua paslon terkuat di Pilgub Jabar dengan selisih tipis.

Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum berhasil menang di 9 survei, sementara Duo DM unggul di 3 survei.

Dari data yang dihimpun Kumparan, Ridwan Kamil dan Uu berhasil unggul di sejumlah lembaga seperti Cyrus Network, Poltracking, Litbang Kompas, Survei Indikator, Charta Politika, SMRC, dan Indo Barometer.

Sementara Deddy-Dedi, unggul di tiga lembaga survei yakni Litbang Kompas, LSI Denny JA, dan CSIS.

Namun, di Pilgub Jabar pernah dikenal sebagai 'kuburan' lembaga survei.

Pada Pilgub Jabar 2008, secara mengejutkan pasangan yang diusung koalisi PKS-PAN Ahmad Heryawan  - Dede Yusuf (HADE) menang meraih 7.287.647 suara, selisih satu juta suara dari pasangan Agum Gumelar - Nu'man Abdul Hakim (AMAN) yang diusung oleh PDIP cs.

Hal ini membuat optimis kubu pasangan ASYIK Sudrajat-Syaikhu yang diusung PKS-Gerindra, menanggapi hasil survei.

"Seperti Kang Aher bilang, di Jawa Barat ini kuburan lembaga survei," kata ketua tim sukses pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu, Haru Suandharu, di Bandung, Rabu malam, 6 Juni 2018, seperti dilkutip TEMPO.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Bandung dari Partai Keadilan Sejahtera itu, ucapan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan alias Aher itu menjadi sesuatu yang penting.

Indikatornya terkait pengalaman Aher sebagai kader PKS yang terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat dua periode. Juga pengalaman terbaru di pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta. "Tapi tidak bisa juga pengalaman di DKI sama persis di Jabar, kondisinya beda," kata Haru.

Pengalaman Pilkada 2008, kata Haru, Aher menjadi calon yang tidak diunggulkan dalam hasil survei. Kemudian menjelang Pilkada 2014, hasil survei banyak mengunggulkan Wakil Gubernur Dede Yusuf. Mantan pasangannya itu memilih bersaing dengan Aher dan akhirnya kalah suara.

"Berat Aher jadi gubernur waktu itu dikepung oleh Wagub dan Sekda," kata Haru.

Pengalaman Aher itu yang kini ingin diterapkan kembali untuk mengusung pasangan calon Sudrajat-Ahmad Syaikhu. Menurut Haru, sejak awal pengusungan sikap mereka berdiri sebagai penerus Aher.

Pola pemenangan Aher itu ingin diulang kembali. "Masih, itu tradisi. Memang hasilnya besok tidak ada yang menjamin, kita nikmati saja prosesnya," kata Haru.

Adapun Sudrajat mengatakan survey selalu berjalan dengan banyak sumber dan hasilnya macam-macam. Dia mengaku senang dengan hasil survei yang mengabarkan elektabilitasnya naik. "Saya menyikapinya biasa-biasa saja hasil survei. Tim sukses dan relawan terus bergerak dan rasanya cukup efektif."

AKANKAH PILGUB JABAR HARI INI KEMBALI JADI KUBURAN LEMBAGA SURVEI?

Mari simak hasilnya...