Kasus Penghina Presiden, Andi Arief: Sudah Diduga Ada Perlakuan Beda, Segregasi Berdasar Ras/Etnis


[PORTAL-ISLAM.ID] Mantan stafsu Presiden SBY, Andi Arief Mengomentari kasus pemuda keturuan Cina yang hina Presiden Joko Widodo yang sudah ditangkap.

Hal tersebut disampaikan di akun Twitternya, @AndiArief__, Kamis (24/5/2018).

Andi Arief mengatakan jika dia sudah menduga akan ada perlakuan perbeda dari polisi terhadap anak muda yang memaki Presiden Joko Widodo.

"Saya sudah duga akan ada perlakuan berbeda dari polisi thdp anak muda yang memaki Jokowi. Menurut istilah namanya segregasi. Segregasi adalah pemisahan kelompok ras atau etnis secara paksa. Segregasi merupakan bentuk pelembagaan diskriminasi yang diterapkan dalam struktur sosial," kata @AndiArief__, Kamis (24/5).

Warganet yang lain menaggapi dan membandingkan dengan kasus Santri yang menghina Jokowi.

"Berita bulan Juni 2017.
Santri yg posting, diciduk dan dipertontonkan spt kriminal..

Kapan si Bocah ngehe itu dipertontonkan kyk kriminal ?
Jangan hanya dg statement “cuma lucu2an dg temannya”," ujar akun @bambangelf.

@bambangelf men-share berita detikcom:

Hina Presiden dan Kapolri di FB, Santri di Pasuruan Diciduk Polisi
https://news.detik.com/jawatimur/3525983/hina-presiden-dan-kapolri-di-fb-santri-di-pasuruan-diciduk-polisi

Pada berita detikcom tsb tampak santri penghina Presiden Jokowi dipertontonkan layaknya kriminal dengan baju seragam tahanan orange.

Netizen lain mengunggah foto pemuda keturuan Cina yang hina Presiden Jokowi saat di kantor Polisi, kondisinya santai, tak diperlakukan sperti kriminal, tak dipakaikan baju orange tahanan.