Demo Istana, BEM: Aparat Represif, Mahasiswa Dipukul, Dijambak, dan Diciduk dengan Kondisi Berdarah-darah


[PORTAL-ISLAM.ID] JAKARTA - Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia menggelar aksi di depan Istana Merdeka, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat, 20 Oktober 2017.

Hingga malam para mahasiswa tetap bertahan di depan Istana Merdeka, mereka tidak mau membubarkan aksi sebelum Presiden Jokowi bertemu mahasiswa yang menggelar aksi dalam rangka tiga tahun pemerintahan Jokowi.

Akhirnya sekitar pukul 23.25 WIB, aksi mahasiswa dibubarkan paksa polisi.

Atas tindakan represif aparat, berikut siaran pers yang disampaikan Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI):

[RILIS AKSI 3 TAHUN JOKOWI JK]

Malam ini (20/10) tepat di hari Sidang Rakyat untuk mengevaluasi 3 tahun kepemimpinan Jokowi -Jusuf Kalla, telah terjadi tindakan represif dari aparat kepolisian.

Masa aksi yang tertangkap sekitar 13 orang:
1. Ihsan Munawar (SEBI)
2. Yogi Ali (IPB)
3. Aditia (Unriau)
4. Ardi (IPB)
5. Wafiq (UB)
6. Taufiq (UB)
7. Golbi (IPB)
8. Yahya (IPB)
9. Susilo (IPB)
10. Fauzan (Tazkia)
11. Ramdhani (Unpak)
12. Rifki abdul (aka bogor)
13. Gustri (Untirta)

Mereka dipukul, dijambak, dan diciduk dengan kondisi berdarah-darah.

Aksi hingga malam ini bukan tanpa alasan. BEM SI berkomitmen untuk menemui Jokowi-Jusuf Kalla menyampaikan evaluasi sekaligus masukan bagi negara. Namun, hingga malam tiba Jokowi -Jusuf Kalla tidal menemui mahasiswa.

Hingga kondisi terakhir berita ini dibuat, mahasiswa masih bertahan di patung kuda sembari berkonsolidasi untuk menyelamatkan rekan-rekan mahasiswa yang tertangkap.

Perlu diperhatikan. Kejadian hari ini semakin memperjelas bahwa kondisi negara sedang tidak baik-baik saja. Negara bersikap semena-mena. Tak perlu diragukan, gelombang mahasiswa akan bergejolak. Bersiaplah untuk Tuhan cabut kekuasaan dari tangan Anda.

#SidangRakyat
#ReformasiJilid2
#JokowiMangkir

Ttd

Koordinator Pusat
Aliansi BEM Seluruh Indonesia

Wildan Wahyu Nugroho
089675538636


__
Sumber: Akun IG BEM SI