ADA APA? Saat Publik Mengagumi Ketegaran Istri Hermansyah, KOMPAS Justru 'Menghabisi'nya


[PORTAL-ISLAM.ID]  Irina, nama perempuan cantik asal Eropa Timur yang menjadi istri Hermansyah ini tengah menjadi buah bibir para netizen.

Irina yang dengan berani dan tenang membawa suaminya yang bersimbah darah menuju RS Hermina Depok kini banjir pujian.

Irina, meski pasti kelelahan, tetap tersenyum dan ramah saat menemui kawan-kawan suaminya yang ingin mengetahui kondisi terakhir Hermansyah.

Ketegaran, kesabaran dan ketenangan Irina ini pun membuat netizen semakin kagum dan memuji Irina sebagai perempuan tegar dan cerdas.

Sayangnya, saat publik terkagum-kagum pada sosok Irina, media sebesar KOMPAS justru berusaha mengerdilkan dan bahkan cenderung 'menghabisi' sosok Irina dan Hermansyah.


Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengatakan, Irina, istri ahli telematika Hermansyah tidak bisa menjelaskan secara rinci pelaku penyerangan terhadap suaminya.

Hermansyah diserang orang tak dikenal di Jalan Tol Jagorawi pada Minggu (9/7/2017). "(Istrinya) Tidak bisa begitu menjelaskan secara pasti (ciri-ciri pelakunya), tetapi kita akan mencari saksi lain yang melihat," ujar Iriawan di Jakarta, Senin (10/7/2017). 
(Link:  http://megapolitan.kompas.com/read/2017/07/11/09012751/kapolda.istri.hermansyah.tak.bisa.jelaskan.ciri-ciri.pelaku)

Dari pernyataan Kapolda, tersirat bahwa karena Irina sebagai istri Hermansyah yang saat itu berada di TKP tidak bisa begitu menjelaskan secara pasti ciri-ciri pelaku, maka Polisi alami kesulitan mengungkap secara cepat pelakunya dan harus meminta keterangan saksi lain.


Hermansyah, ahli telematika yang diserang di Tol Jagorawi KM 6, Jakarta Timur pada Minggu (9/7/2017) dini hari diketahui berdomisili di Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya, Depok.

Ia tinggal hanya berdua dengan istrinya, Irina. Adapun Irina merupakan warga keturunan Eropa Timur.

Ketua RT di permukiman tempat tinggal Hermansyah, Widodo, mengatakan bahwa selama dua tahun bertetangga, ia belum pernah sekalipun berbicara dengan Irina.

Widodo mengaku tak tahu apakah Irina bisa berbahasa Indonesia atau tidak. "Waktu datang melapor ke rumah saya sih diam saja. Karena ada suaminya yang dampingin kan," kata Widodo saat ditemui, Senin (10/7/2017).

(Link: http://megapolitan.kompas.com/read/2017/07/11/06285601/cerita.ketua.rt.soal.hermansyah.dan.istrinya.)

Melalui pernyataan Ketua RT ini, ada beberapa hal tersirat yang ingin disampaikan ke para pembaca KOMPAS. Pertama, Irina bukan WNI, kedua, Irina tidak cukup baik bersosialisasi ("2 tahun bertetangga, belum pernah sekalipun berbicara dengan Irina"). Ketiga, ada kendala bahasa karena Irina mungkin tidak lancar berbahasa Indonesia.

Mengapa KOMPAS memilih menempatkan Irina dalam bingkai negatif?

Upaya menempatkan Irina sebagai istri korban dalam posisi negatif, tentu memiliki tujuan tertentu.

Setiap upaya mengerdilkan peranan seseorang tujuannya hanya satu. Agar keterangan, pendapat atau opini dari orang tersebut tidak dianggap penting, diragukan dan karenanya harus diabaikan.

Dalam kasus Hermansyah, sebagai satu-satunya saksi yang melihat langsung peristiwa penusukan, Irina adalah pemegang kunci yang diharapkan bisa mengungkap dan mengenali para pelakunya.

Bisa dibayangkan, jika upaya pengerdilan secara terus menerus ini sukses, maka apapun yang akan diungkap Irina terkait kasus penusukan Hermansyah, akan diabaikan. [*]