Dirawat Ke Singapura, Anies Baswedan: Mohon Doakan Novel dan Keluarga


Dari akun Instagramnya pak Anies Baswedan, Rabu (12/4/2017) siang ini:

"Barusan pesawat yang membawa Novel, sepupu kami, berangkat ke Singapura untuk melanjutkan pengobatan terhadap matanya yang terkena siraman air keras oleh penyerang tak bertanggung jawab. Air keras itu sempat masuk, terutama ke dalam mata kirinya.

Novel adalah pejuang tangguh tak kenal takut. Ia sadar akan konsekuensi perjuangannya. Kejadian seperti ini hanya akan membuat ia dan keluarga semakin teguh berjuang.

Kemarin saja, Novel tetap bercanda: "Bang, sekarang udah bisa makan enak nih". Saya jawab: iyalah, wong dari subuh nggak makan. Lalu dia katakan, "Bang ini semua sudah ditakdirkan. Ana memang sdh ditakdirkan sakit hari ini, jadi dijalani saja. InsyaAllah kita maju terus." Itu semua dikatakan sambil tetap senyum. 

Kami menerima banyak pesan dukungan dari seluruh Indonesia. Beberapa bahkan menyatakan kerelaan menyumbangkan matanya untuk mengganti mata Novel bila ia mengalami kebutaan permanen. Dukungan yang sangat berarti baginya dan keluarga.

Mohon doakan Novel dan keluarga, agar ia dipulihkan dan makin dikuatkan dalam melanjutkan perjuangan. Karena memang ia akan terus berjuang..."

(Anies Baswedan)

Sumber: https://www.instagram.com/p/BSxdCj7jlt3/?taken-by=aniesbaswedan

Seperti diberitakan, Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendapat penyerangan fisik. Wajah Novel disiram air keras oleh seseorang setelah shalat subuh berjamaah di masjid sekitar rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa, 11 April 2017.

Mari kita doakan semoga pak Novel Baswedan segera pulih. Semoga semakin banyak pejuang-pejuang tangguh di negri ini seperti pak Novel Baswedan.


Barusan pesawat yang membawa Novel, sepupu kami, berangkat ke Singapura untuk melanjutkan pengobatan terhadap matanya yang terkena siraman air keras oleh penyerang tak bertanggung jawab. Air keras itu sempat masuk, terutama ke dalam mata kirinya. Novel adalah pejuang tangguh tak kenal takut. Ia sadar akan konsekuensi perjuangannya. Kejadian seperti ini hanya akan membuat ia dan keluarga semakin teguh berjuang. Kemarin saja, Novel tetap bercanda: "Bang, sekarang udah bisa makan enak nih". Saya jawab: iyalah, wong dari subuh nggak makan. Lalu dia katakan, "Bang ini semua sudah ditakdirkan. Ana memang sdh ditakdirkan sakit hari ini, jadi dijalani saja. InsyaAllah kita maju terus." Itu semua dikatakan sambil tetap senyum ..... Kami menerima banyak pesan dukungan dari seluruh Indonesia. Beberapa bahkan menyatakan kerelaan menyumbangkan matanya untuk mengganti mata Novel bila ia mengalami kebutaan permanen. Dukungan yang sangat berarti baginya dan keluarga. Mohon doakan Novel dan keluarga, agar ia dipulihkan dan makin dikuatkan dalam melanjutkan perjuangan. Karena memang ia akan terus berjuang...
A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on