BENARKAH ASSAD MENGHABISI RAKYATNYA SENDIRI? MENJAWAB KERAGUAN


BENARKAH ASSAD MENGHABISI RAKYATNYA SENDIRI? MENJAWAB KERAGUAN

Senjata kimia kembali digunakan rezim Bashar al-Assad untuk membantai rakyat Suriah, Selasa (4/4/2017). Sedikitnya 58 orang tewas, 11 di antaranya anak-anak, dalam serangan senjata kimia di wilayah Khan Sheikhoun wilayah provinsi Idlib yang dikuasai pejuang oposisi.

Ahli pulmonologi di rumah sakit Khan Sheikhoun, Abdulhaj Tennari, mengaku tidak mengetahui jenis senjata kimia apa yang digunakan kali ini. Pasalnya menurut Tennari, kondisi pasien-pasiennya lebih parah dibanding para korban paparan senjata kimia gas klorin sebelumnya. (LINK)

Masih saja ada yang membela Assad.

Jadi begini, tadi siang saya mendapat pertanyaan seputar serangan gas kimia ke Khan Syeikhun. Kata teman saya ini, "buat apa Assad menyerang rakyatnya sendiri apalagi dengan gas, ga masuk akal." Intinya begitu, meragukan serangan gas dilakukan Assad.

Sebetulnya ini sikap polos sekaligus pelupa, mungkin bagi orang normal dan polos, berfikir ngapain bantai rakyat sendiri pakai gas. Sementara orang polos hanya tahu dua gas, gas buat balon sama gas kentut.

Padahal kalau kita mau berkaca pada sejarah alias menengok mundur, Pol Pot (diktator komunis dari Kamboja) membantai dua juta rakyatnya sendiri. Dua juta soub!

Dalam masa empat tahun kekuasaan Pol Pot-- dari 1975 hingga 1979, tak kurang dari dua juta rakyat Kamboja dihabisi nyawanya. Bahkan ratusan ladang pembantaian juga ditemukan di sejumlah wilayah di negara tersebut. (LINK)

Dan kalau kita mau mundur lagi kebelakang, banyak dikatator lain yang membantai ratusan ribu manusia begitu saja. Coba cek sejarah, Leopold 2 membantai sekitar dua puluh juta orang Kongo.

Dalam sejarah kejayaan Islam saja ada Vlad Dracula yang jauh jauh lebih kejam daripada Assad. Vlad menusuk korbannya tembus dari atas hingga bawah tubuh, bahkan bayi saja diperlakukan seperti itu. Sampai akhirnya doi dikalahkan oleh Sultan Mahmud 2.

Jadi, kalau ada yang meragukan kekejaman Bashar Assad, dia itu orang lugu dan polos, atau mungkin kurang baca sejarah.

Dengan memahami kekejian Pol Pot yang punya benang merah dengan baathis (komunis), ideologi partai Bashar Assad, ditambah doktrin kebencian mendalam Syiah Nushairiyah terhadap Ahlusunnah. Maka wajar saja Bashar Assad berlaku demikian.

Apalagi Ayah Bashar, Hafez Assad juga pernah membantai satu kota pada tahun 1982 yang dikenal dengan peristiwa Hama Massacre.

Masih Ragu Kekejaman Bashar? Like Father Like Son.

(Maulana Mustofa)