KALAU ADA KESAMAAN DENGAN KONDISI DI NEGARA INI, MEMANG MAKSUDNYA DEMIKIAN....

Kisah di Sebuah Hutan Rimba

(By TERE LIYE)

Di sebuah hutan rimba, terjadi banyak sekali masalah.

Penghuni hutan ini dulu adalah hewan-hewan yang santun, berbudi pekerti, ramah, suka bergotong royong, jujur, tapi entah kenapa, berubah menjadi hewan yg suka berbohong, suka menipu, korupsi, kolusi, nepotisme, tidak disiplin, bobrok, jorok, etos kerja jelek, dll.

"Kita ini kenapa sih?" Kata monyet yg terpilih menjadi pemimpin di sana, "Kok bisa hutan rimba kita jadi begini? Dimana karakter kita dulu yang luhur? Ndak sadar kok kita sekarang berubah jadi begini? Yang lebih parah lagi, tidak ada yang nge-rem."

Babi yang juga pemimpin di sana mengangguk-angguk. Tikus yg juga pemimpin hewan di sana ikut setuju.

"Inilah masalah kita, Tuan Monyet. Mental hewan di rimba ini buruk."
"Benar, kita harus perbaiki mental hewannya dulu jika mau maju."

Maka monyet, setelah diam sejenak, dia berseru, "Kita harus memulai sebuah gerakan baru." Teriak monyet dengan lantang, "Kita sebut dengan revolusi hutan rimba."

Wah, itu ide bagus sekali. Hewan-hewan bertepuk tangan. SETUJU! SETUJU! Burung-burung bernyanyi riang, masa depan akan indah. Ular-ular mendesis antusias, ketertiban hutan akan kembali. Semut-semut, hewan jelata rimba juga berjoget ria. Ini dia yang mereka tunggu. Keadilan dan penegakan hukum akan kembali di hutan rimba tsb.

Tapi nasib, 10 tahun berlalu, apa hasil dari revolusi hutan rimba itu?

Monyet yang paling menikmatinya. Dia sukses besar melanggengkan kekuasaan keluarganya. Juga Babi dan Tikus, kelompok mereka juga terus berkuasa. Hasil hutan rimba mereka yang menguasai, mereka ekspor, tambah kaya raya. Ujung ke ujung produksi hutan rimba milik mereka. Bodo amat jika hutan itu rusak dan sebagainya.

10 tahun berlalu, korupsi tambah menggila di hutan rimba itu. Kolusi adalah hal biasa. Jangan tanya tentang nepotisme. Tidak malu-malu lagi. Hewan-hewan bahkan sudah lupa tentang revolusi hutan rimba. Berbohong, nyerobot antrian, stress, kemarahan, hutan rimba itu dipenuhi oleh hewan-hewan mudah marah. Bahkan di jalanan semut, mudah sekali menyaksikan semut saling selak, naik trotoar, lawan arah, dan marah-marah jika ditegur.

Begitulah hasil revolusi hutan rimba. Monyet, Babi dan Tikus tertawa di istananya. 

(fb)

Baca juga :