Setelah memperlakukan keji sesama muslim (mengusir Rohingya), para mahasiswa Aceh ini nari-nari mirip esktrimis yahudi dan tentara zionis, Ini kerjaan siapa sih??

KontraS Aceh Sayangkan Mahasiswa Usir Imigran Rohingya

BANDA ACEH - Koordinator Badan Pekerja Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh, Azharul Husna, menyayangkan aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan mahasiswa. Tindakan berujung pengusiran itu, tidak beradab

“Mendemo pengungsi yang sedang melakukan ibadah itu perbuatan yang jauh dari nilai nilai islami dan tidak beradab,” kata Husna alias Nana kepada AJNN, Rabu, 27 Desember 2023. 

Menurut Nana, jika mahasiswa peduli terhadap pengungsi, seharusnya mereka  bertanya ke pemerintah atau Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam). Bukan menyerbu dan mengusir pengungsi Rohingya secara paksa. 

“Sebab terkait penanganan pengungsi sudah dijelaskan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 125 Tahun 2016,” sebut Nana.

Nana menilai aksi yang dilakukan mahasiswa tergolong kasar. Tak punya simpati terhadap pengungsi Rohingya, akibat menelan informasi bohong

Dia menduga aksi-aksi tersebut terorganisir. Sehingga meningkatkan narasi negatif terhadap pengungsi Rohingya. 

Etnis Rohingya, kata Nana, merupakan kelompok yang sangat jelas tertindas sekaligus korban pelanggaran hak asasi manusia di Myanmar sejak puluhan tahun lalu. Bahkan kasus dunia internasional belum mampu mengatasi persoalan ini. 

“Sehingga mengakibatkan mereka terkatung-katung, dan akhirnya terpaksa keluar mencari penghidupan yang layak,” ujar Husna. “Kami ingin kembali mengajak semua pihak untuk melihat persoalan ini dengan jernih. 

Selain itu, Kontras Aceh juga mendesak pemerintah untuk tidak tinggal diam terhadap kondisi yang terjadi saat ini. Pengusiran yang terjadi merupakan peristiwa sangat memalukan. 

“KontraS Aceh mendesak pemerintah segera memikirkan solusi dengan tetap memperhatikan hak-hak dasar pengungsi yang kini kian memprihatinkan. Apalagi kita menyaksikan sendiri ada kalangan perempuan dan anak-anak di dalamnya,” kata Husna.*** 


👇👇
Baca juga :