Viral pendeta ajak pilih 02/03 tapi 01 jadiin tertawaan, Netizen: "Ini Pendeta Gideon Simanjuntak yang kena kasus kekerasan seksual anak di bawah umur apa beda orang?"

[PORTAL-ISLAM.ID]  Pendeta Gideon Simanjuntak merupakan Pendeta di Gereja Tiberias. Kisah hidupnya kerap menjadi sorotan publik.

Pdt. Gideon perlahan menjadi sorotan publik karena khotbah-khotbanya. Ia juga jadi idola baru terutama setelah menikah dengan runner up Miss Indonesia 2011, Amanda Zevannya.

Konon Sang pendeta juga kerap berbagi tentang bagaimana "saling menghargai" di Indonesia yang masyarakatnya majemuk.

Namun, dalam video viral Sang Pendeta mengarahkan jemaah untuk memilih 02 atau 03, tapi 01 dia jadikan bahan tertawaan...

Setelah viralnya video ini.... ada netizen yang mengungkap sosok Pendeta Gideon Simanjuntak yang pernah kena kasus kekerasan seksual anak di bawah umur.

"ini Gideon Simanjuntak yg kena kasus perkosaan anak di bawah umur apa beda orang? 👀 sc. website Komnas Perempuan," cuit akun twitter @jelchoc.

Akun @jelchoc membagikan sumber berita dari dokumen Komnas Perempuan berjudul 👇👇

CATAHU 2018: Tergerusnya Ruang Aman Perempuan Dalam Pusaran Politik Populisme. Catatan Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2017

Di halaman 76 tertulis laporan Komnas Perempuan:

Kekerasan Seksual oleh Seorang Pendeta

Pada tanggal 2 November 2017, korban AMR (21 tahun) datang ke Komnas Perempuan melaporkan Gideon Simanjuntak (33 tahun), seorang pendeta di Gereja Tiberias yang telah melakukan perkosaan terhadapnya. 

Kejadian pertama kali saat korban masih berusia 15 tahun. Mendapat kekerasan seksual di usia anak membuat AMR tidak berdaya dan menerima kekerasan-kekerasan seksual selanjutnya dari pelaku, dengan dalih AMR adalah pacar pelaku. 

Selama empat setengah tahun pacaran dengan pelaku, AMR mengetahui bahwa telah banyak perempuan yang menjadi korban. Korban-korbannya merupakan jemaat gereja atau perempuan yang menjalankan tugas pelayanan di gereja. Pelaku menggunakan pengaruh dan kuasanya sebagai pendeta untuk memperdaya korban-korbannya.

Selain AMR, beberapa korban sudah mulai berani bersuara, seperti korban Ca. Beberapa jemaat pernah melihat Ca mendatangi pelaku di gereja, kemudian menangis sambil berteriak-teriak “Pendeta bejat.” 

Ada pula korban seorang janda yang minta rumahnya di Depok untuk diberkati oleh pelaku, namun justru di rumahnya sendiri korban mendapatkan kekerasan seksual oleh pelaku.  

Korban Jul dicium secara paksa oleh pelaku di belakang panggung gereja. Beberapa korban lain seperti Ji, Vi, Ga, dan Di beberapa kali diajak ke hotel, bahkan korban Ga dan Di dikabarkan pernah hamil. 

Beberapa korban termasuk AMR telah berupaya melapor ke Gembala Sidang Gereja Tiberias meskipun dihalang-halangi oleh beberapa jemaat dengan alasan nama baik gereja. 

Seorang teman pelaku juga pernah berupaya membuka kejahatan pelaku namun justru dilaporkan oleh pelaku dengan tindak pidana pencemaran nama baik. 

AMR meyakini masih banyak lagi korban namun belum berani bicara dan masih akan terus  banyak perempuan khususnya jemaat yang akan menjadi korban, maka pelaku harus dihentikan dari jabatannya sebagai pendeta.


(klik link di bawah File Attachment, lihat halaman 76)
Baca juga :