ISTANA BERAK DI CELANA

ISTANA BERAK DI CELANA

Oleh: Danke Soe Priatna

Iihhh... koq ghitu sih...?
Tenang, sini aku ceritain biar kamu gk ilfil...

Mari kita menyusun kepingan - kepingan puzzle siasat yang ditebar hamburkan oleh pihak istana:

Kepingan Pertama,
Istana melenggang dengan bebas dan lepas, memperpanjang dan memperdalam cengkraman kekuasaan dengan cara "menganeksasi" daerah-daerah.

Koq begitu?
Jelas doong... 

Dengan mengimplementasikan pemilu serentak, maka terjadi kekosongan kekuasaan di daerah - daerah.
Hampir 200an lehih DT I dan DT II, berakhir penguasa-nya, dan kosong sampai 2024.
Kekosongan kekuasaan itu, kemudian diisi oleh kaki tangan Istana.
Jelaslah ini kaki tangan Istana, karena dipilih dan ditempatkan oleh pihak Istana.
Bukan pilihan rakyat !

Bayangkan 200an anak buah Istana disebar sebagai PJ Kepala daerah.
Dan sebenarnya tidak juga sementara, sebab ada yg akan berkuasa lebih dari 2 tahun menikmati jabatan pemberian Istana.

2 tahun bukan waktu yang singkat untuk memuluskan segala rencana Istana. 
Kebijakan dan siasat Istana akan mudah terlaksana, karena PJ kepala daerah ditunjuk oleh Istana, pasti manut sama keinginan Istana.
Hampir tidak ada lagi Kepala Daerah yang merupakan pilihan rakyat...
Sampai menjelang pemilu 2024 nanti.
Jadi, diasumsikan Penguasa Istana bisa memaksimalkan kepala daerah "bonekanya" untuk kepentingan kepentingan Politik Istana. 

Silahkan juga anda bisa menambahkan para kepala desa yang kemarin demo minta jabatan 9 tahun, dan sekarang menuntut dana desa naik jadi 10M/desa.
Hhhmm.... semakin tercium aroma busuknya.

Kepingan Kedua.
Wacana tiga periode yang dihembuskan para ponggawa istana.
Mereka membuat seolah olah rakyat menginginkan itu.
Seolah olah ada arus bawah yg meminta tambahan waktu.
Nop.
Kami gk mau.
Kami sudah cukup muak dan jenuh dengan segala kegagalan, tipu daya dan kegaduhan yang diciptakan Istana.

Miskin prestasi.
Subur pencuri.
Kedaulatan Negeri dikebiri.

Jadi, untuk menutup kegagalan demi kegagalan itu, Istana membuka wacana 3 periode sebagai emergency exit.
Agar rencana rencana makar mereka yang belum terlaksana, bisa tercapai dengan sempurna...

Kepingan Ketiga.
Setelah wacana Tiga periode disinyalir direspon negative, maka dimunculkanlah usulan penundaan pemilu, dengan segala macam tetek bengek alasan.
Istana meminta pengunduran 2 - 3 tahun setelah 2024.
Berbagai muslihat dijalankan.
Termasuk bermain dan mengutak ngatik ranah hukum dan peraturan.
Jangan salah...para penjaja pasal dan ayat giat menjilat Istana. Demi remah remah buat makan...

Bayangkan...
Sekali lagi bayangkan.
Setelah punya 200an PJ Kepala Daerah "underbow" di Provinsi, Kota dan Kabupaten, Istana masih merasa kurang senjata.
Merasa miskin amunisi.
Istana masih perlu tambahan waktu untuk mencari sekutu baru.

Apa yang sebenarnya disembunyikan dan ditakutkan oleh Istana??

Kepingan Ke-empat.
Seperti biasa, berusaha mendongkrak citra dengan wacana dan janji ini itu.
Seolah negara butuh "dia" untuk terus bertahan.
Seolah dia yang terbaik.
Padahal hanya bikin rakyat tercekik.

Dari kepingan - kepingan puzzles tersebut, kalau kita gabung dan susun, maka gambarnya semakin jelas :
Istana sedang Berak Dicelana.

Dan Istana sedang berusaha menyembunyikan kotoran itu. Menutupi baunya dengan berbagai cara.

Istana takut, kalau ada Raja baru yang terpilih, semua borok dan penyakit selama mereka berkuasa akan diperiksa.

Kenapa Istana takut ??
Karena mereka tahu mereka salah.
Dan mereka takut kalah...

Kalau Istana tidak ketakutan dan tidak ada yang disembunyikan, kenapa harus mengulur waktu??
Kenapa cari alasan penundaan??
Kenapa harus cari kandidat raja yang mau melanjutkan program Istana??

Why??
Because that Palace is full of shit.

Makanya harus disembunyikan.

Kalau Istana merasa dan yakin benar, maka Istana akan menjalankan amanat UUD 1945, bahwa pemilu diadakan setiap 5 tahun. Dan masa/periode jabatan Presiden maksimal 2 X 5 tahun.

Kalau Istana punya nyali dan punya keyakinan tidak ada yang perlu ditutupi dan disembunyikan, maka Istana akan dengan elegant dikosongkan singgasanya.
Disiapkan dan dibersihkan untuk raja yang naik tahta.

Ketakutan Istana, mau tidak mau, secara jelas ditujukan pada seorang Ksatria Muda yang didamba dan diharapkan rakyat.
Disambut dengan lembut.
Disapa dengan hangat.
Kemanapun Ksatria ini pergi...

Ketakutan Istana terhadap Kesatria ini membuat Istana kewalahan.
Sampai dikerahkanya para pejabat dan hulubalang dari segala arah.
Dipakainya para bromocorah dari petinggi pusat sampai daerah daerah agar Nama dan Citra sang Ksatria ternoda...

Namun Istana lupa.
Kebenaran adalah senjata utama.
Amanah adalah penangkal fitnah.

Dan Kebenaran dan Amanah itulah yang Istana tidak punya.
Sehingga Istana menjadi lemah sampai Berak dicelana.
Stress.
Ketakutan atas perbuatan sendiri.

Jadi silahkan,
Pilihan terserah anda.
Apa mau ikut mencicipi dan menghirup bau kotoran di celana Istana...
Atau berusaha membersihkan Istana dari semua kotoran yang pernah ada, termasuk membunuh semua tikus dan kecoa.
Sehingga pada suatu masa kita bisa angkat kepala dan menepuk dada...

Ini Negaraku.
Ini Bangsaku.
Dan dia Rajaku...

Happy Weekend Smart People...
Brisbane, Sat 12:23 am.

*photo kenangan saat nyoba singgasana raja Atlantis, ternyata gk cocok. Kalah Kekar dan Gahar sama Jason Mamoa. Dan kalah saldo juga pastinyah..

(sumber: fb penulis)