Di KUA tidak ada yang namanya menikah Beda Agama

Pernikahan beda agama sejak dulu di Indonesia sebenarnya sudah bisa dilakukan... tetapi pencatatannya di Pengadilan Negeri.

Untuk muslim pun bisa mendapatkan akta nikah dengan pasangannya yang non muslim tanpa harus berpindah agama... tetapi hanya bisa dari Pengadilan Negeri.

Secara hukum negara sah... secara syariat Islam jelas tidak sah... makanya akta nikah beda agama hanya bisa didapat di Pengadilan Negeri bukan di KUA/Pengadilan Agama.

Pasangan beda agama bila salah satunya muslim seringkali menikah dua kali secara Islam dan secara non Islam... Pastinya menikah secara Islam harus keduanya Islam... bila satunya non muslim jelas ijab Qabulnya tidak sah... biasanya mereka nikah secara internal keluarga... Ada yang syahadat dulu sebagai syarat... jatuhnya ya tetap secara agama Islam tidak sah... itu pernikahan bohong-bohongan...

Lalu di Pengadilan Negeri dicatatnya bagaimana?? Pengadilan Negeri hanya mencatat pernikahan non Islam... Cukup pasangan melampirkan bukti telah menikah secara agama selain Islam... Bila ada otoritas agama mengesahkan pernikahan tersebut meski beda agama maka Pengadilan Negeri bisa mencatatnya telah terjadi pernikahan.

Umat Islam ga perlu panik atau marah... Selama pengesahan pencatatan nikah beda agama tidak mencatatkan sebagai pernikahan secara Islam maka itu bukan urusan kita... Sudah cukup kita mengingatkan bahwa tidak sah menikah beda agama bila salah satunya non-muslim... Di luar itu bukan urusan umat Islam.

Untuk mendapatkan buku nikah dari KUA bagi pasangan yang beda agama jelas yang non muslim harus bersyahadat dulu yang dibuktikan dengan sertifikat mualaf... Jadi di KUA tidak ada yang namanya menikah beda agama... Kalau pencatatan nikah di Pengadilan Negeri itu bukan urusan umat Islam... anggap saja legalisasi zina bila salah satunya muslim... dan itu dosa mereka.

(Mila Machmudah Djamhari)

Baca juga :