Tere Liye: Saya tahu, banyak diantara kalian kesal baca beginian....

UTANG

Tahun 2022 sedikit lagi berakhir, posisi utang Indonesia diperkirakan akan tutup buku di sekitaran Rp 7.600 trilyun. Alias naik 700 trilyun setahun ini. Alias naik 2 trilyun setiap hari.

Desember 2014, Rp 2.604 trilyun
Des 2015, Rp 3.089 trilyun
Des 2018, Rp 4.413
Des 2019, Rp 4.814
Des 2020, Rp 6.074
Des 2021, Rp 6.908
Nov 2022, Rp 7.554

Saya tahu, banyak diantara kalian kesal baca beginian. Tapi mau bagaimana, saya sudah komit sejak 15 tahun lalu, terus mengedukasi pembaca saya. Agar mereka minimal tahu.

Sebagai catatan, 2023, tahun depan, pemerintah harus bayar bunga 441 trilyun sendiri. Ditambah cicilan pokok sebesar 450 trilyun. Maka, total jenderal, pemerintah harus mencari uang sekitar 900 trilyun tahun depan hanya untuk nutup bunga+cicilan pokok.

Rasio utang Indonesia sekarang adalah 38%, bandingkan tahun 2014 yang 25%. Setiap kepala penduduk Indonesia menanggung 27 juta rupiah. Bandingkan tahun 2014 yang 10,2 juta. Semua meroket.

Tentu, utang-utang ini dipakai untuk keperluan negara. Bayar gaji pemerintah, pembangunan infrastruktur, tol, bendungan, tambahkan kereta cepat, nalangin BUMN yang kolaps, buat bansos yang dikorup, buat kartu pra kerja yg entah apa hasilnya, juga tentu trilyunan buat perjalanan dinas, hotel, fasilitas. Juga utk subsidi-subsidi, tambahkan buat biaya pemilu, gaji jenderal polisi yg nembak anak buahnya.

Dus, pada akhirnya, mau dipakai buat apapun, 8 tahun terakhir, utang bertambah nyaris 5.000 trilyun. Menjadi 3x lipat dibanding 2014.

Sebagai tambahan, GDP per kapita Indonesia tahun 2014 di 3.491 dollar. Tahun 2022 ini di 4.291. Malaysia di 11.300, Singapura di 72.000. China? Penduduk dgn 1 milyar lebih di 12.550. Itu angka GDP per kapita, penduduk Indonesia hari ini rata2 real pendapatan pertahunnya hanyalah di 20-24 juta saja (alias 1,6 - 2 juta per bulan). Kelas menengah atas, terutama elit2 terus meroket kekayaannya. Jumlah pemilik tabungan dgn uang 2 milyar ke atas terus tumbuh. Kelas menengah ke bawah, entahlah.

Apapun itu, utang2 ini pada akhirnya akan dibayar oleh anak cucu kita.

Bukan oleh Jokowi, Sri Mulyani, apalagi oleh Megawati (yg dulu bilang SBY mabuk utang).

Btw, semoga kalian tercerahkan.

(By Tere Liye)

*source: fb 30/12/2022

Baca juga :