MAKKAH DAN MADINAH (JANGAN) IKUT BERUBAH

MAKKAH DAN MADINAH (JANGAN) IKUT BERUBAH

Oleh: Uttiek M Panji Astuti

This is water,” katanya meyakinkan saat saya bertanya itu cairan apa yang akan disemprotkannya ke jari tangan saya.

Kejadian seperti ini selalu berulang. Setelah melakukan penerbangan panjang, jari tangan saya akan kering sehingga tidak terbaca di mesin pemindai sidik jari.

Kalau di tahun-tahun sebelumnya proses di ruang imigrasi terasa “menegangkan” karena harus berhadapan dengan petugas berkumis baplang nir senyum, kini tidak lagi.

Hampir seluruh petugas imigrasi adalah perempuan. Namun ironisnya, tak semua menutup tubuhnya dengan niqab hitam. Ada beberapa yang mengenakan seragam serupa blazer dan celana panjang dengan kerudung kecil sekadar menutup kepala.

Di landas pacu, petugas lapangan perempuan dengan memakai safety vest berwarna terang pun terlihat hilir mudik.

Bukan hanya ruang imigrasi Bandara King Abd Azis Jeddah yang berubah sebagai bagian dari Saudi Vision 2030. Perempuan kini juga muncul di hampir semua sektor publik.

Salah satu hotel berbintang 5 yang berlokasi di pelataran Masjidil Haram menempatkan receptionis dengan rambut berjambul yang menyembul di balik kerudungnya!

Restoran-restoran yang dulunya menyediakan “family room” tertutup bagi perempuan untuk makan di tempat tanpa bercampur dengan laki-laki, kini banyak yang melonggarkannya.

Semua area restoran boleh digunakan oleh siapa saja. Jadi jangan heran kalau sekarang kita bisa menyaksikan perempuan Saudi nongkrong di kafe sambil menikmati pemandangan di luar jendela.

Kerajaan semakin ambisius menyediakan lapangan pekerjaan bagi perempuan. Selain sektor publik, Saudi bahkan mulai menyiapkan astronot perempuan untuk diterbangkan ke luar angkasa.

"Program Astronot Saudi, yang merupakan bagian integral dari visi ambisius kerajaan 2030, akan mengirim astronot perempuan Saudi ke luar angkasa untuk membantu melayani umat manusia dengan lebih baik," kata Komisi Luar Angkasa Saudi seperti dikutip ABC News.

Membawa perempuan ke ruang publik masih menjadi perdebatan di Saudi hingga hari ini. Ada yang menyebutnya sebagai bagian dari kemajuan zaman, namun tak sedikit yang justru menganggapnya sebagai kemunduran.

Bagi saya, bukan soal Saudi mau berubah seperti apa. Yang terpenting, jangan sampai perubahan itu menodai kemuliaan dua Kota Suci, Makkah dan Madinah.

Jangan biarkan Makkah dan Madinah (ikut) berubah!

Makkah, 23/12/2022

(fb penulis)