Rusaknya Penguasa karena Rusaknya Ulama

U L A M A

Imam Al Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin atau Al-Ihya mengatakan: 

وبالجملة إنما فسدت الرعية بفساد الملوك وفساد الملوك بفساد العلماء فلولا القضاة السوء والعلماء السوء لقل فساد الملوك خوفا من إنكارهم

"Secara umum, kerusakan masyarakat itu karena rusaknya penguasa dan rusaknya penguasa karena rusaknya ulama. Jikalah peradilan tidak rusak dan ulama tidak rusak, maka pasti kerusakan penguasa itu sedikit karena mereka takut pada ulama yang mengingkari perbuatan rusak mereka."

Disifatinya ulama dengan kerusakan/keburukan (suu), maksud dari perkataan Imam Ghazali ini adalah dari sisi tidak mengingkari kerusakan penguasa. 

Di paragraf yang lain Imam Ghazali memberi tambahan,

‎ففساد الرعايا بفساد الملوك وفساد الملوك بفساد العلماء وفساد العلماء باستيلاء حب المال والجاه ومن استولى عليه حب الدنيا لم يقدر على الحسبة على الأراذل فكيف على الملوك والأكابر والله المستعان على كل حال

“... Dan rusaknya para ulama itu karena kecintaan pada harta dan kedudukan. Sesiapa yang terpedaya kecintaan terhadap dunia maka tidak bisa mengawasi hal-hal kecil, lalu bagaimana pula dia hendak melakukannya kepada penguasa dan perkara besar? Semoga Allah menolong kita dalam semua hal.”

Jikalah perhatian pada masalah-masalah degradasi sosial politik itu bukan hal penting (bahkan salah satu yang terpenting) menurut agama, niscaya Imam Al Ghazali tidak mengkaitkannya dengan kenyataan ulama.

(Pdjatmiko)

Baca juga :