Netizen Unggah Video Jejak Digital Ketua Kompolnas Benny Mamoto di Kasus KM50, Saksi matapun dia sangkal keterangannya...

[PORTAL-ISLAM.ID] Nama Benny Mamoto menjadi perbincangan hangat warganet di Twitter, usai Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Nofryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Warganet kembali menyoroti pernyataan Ketua Harian Kompolnas, Irjen (Purn) Benny Mamoto yang dituding tidak profesional dan menutupi kebenaran di awal kasus.

Pasalnya, beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa tidak ada yang janggal dalam peristiwa meninggalnya Brigadir J.

Benny bahkan menyebarkan kebohongan dengan mengatakan bahwa Bharada E merupakan juara menembak sehingga bidikannya tepat. 

Namun, baru-baru ini pernyataan tersebut dibantah oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan pengacara Bharada E.

"Bharada E tidak jago menembak. Baru latihan menembak pada Maret 2022," ujar Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu.

Setelah kebohongannya di kasus pembunuhan Brigadir J terungkap, netizen lalu mengungkap jejak digital pernyataan Benny Mamoto di kasus pembunuhan 6 laskar FPI pengawal Habib Rizieq yang dikenal dengan Tragdiri KM50.

"Jejak digital Benny Mamoto dikasus KM50. Saksi matapun dia sangkal keterangannya," cuit akun edy bayo regar @regar_0p0sisi yang memposting video pernyataan Benny Mamoto di Aiman KompasTV dalam kasus KM50.

"Ternyata ya mungkin inilah fungsi aslinya orang ini, atau bahkan "kompolnas"nya itu....buat jadi bemper aparat....," timpal akun @PineksoRoyi1.

[VIDEO]