Ibu-ibu yang melempari pabrik tembakau, protes karena lingkungannya diduga tercemar pabrik, mereka langsung dijebloskan ke penjara, bersama bayi-bayi mereka...

[Catatan Tere Liye]

Doa pagi ini

Ya Allah, tolong jangan turunkan azab dulu di negeri ini. Sungguh jangan.

Hamba tahu, terang-benderang ketidakadilan dipertontonkan di negeri ini.

Ibu-ibu yang melempari pabrik tembakau, protes karena lingkungannya diduga tercemar pabrik, mereka langsung dijebloskan ke penjara, bersama bayi2 mereka.

Sementara Ibu-ibu yang kena kasus pembunuhan berencana, serius sekali tuduhannya tersebut, entah apa perlakuannya.

Juga saat pesohor, orang-orang top, orang-orang hebat lainnya kena kasus, mereka juga bisa hidup nyaman di luar sana.
Hukum di negeri ini tumpul. Hanya sayang ke orang kaya dan terkenal, tapi kejam dan buas ke orang2 kecil. Dan aparat, mereka tidak punya malu lagi, mempertontonkannya.

Ya Allah, tolong jangan turunkan azab dulu di negeri ini. Sungguh jangan.

Karena di antara pertunjukan menjijikkan ini, semoga masih ada yang punya nurani. Betulan punya nurani.

Atau setidaknya, semoga kami masih bisa mendidik generasi berikutnya agar punya nurani.

Sungguh, mungkin masih ada yg peduli soal ini. Bukan malah sebaliknya, dia sumpalkan makanan haram, korup, suap, ke mulut anak2nya, dan besok lusa, anak2nya, cucu2nya juga korup.

Sungguh, ya Allah, jangan turunkan azab dulu di negeri ini.

*Foto dari Kompas, adalah ibu2 yang masuk penjara karena kasus pelemparan pabrik tembakau. Kasus setahun lalu. Lihat foto ini, mereka dijebloskan bersama bayi2nya, tanpa ampun. 

(fb Tere Liye)