Gus Nadir Ketabok Jejak Twitnya Sendiri, Akibat Gak Konsisten Rosas Rasis, Bela Pidato Megawati Yang Rasis Papua, Tapi Dulu Ikut Serang "Jin Buang Anak"

[PORTAL-ISLAM.ID]  Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir ketabok jejak twitnya sendiri akibat tidak konsisten rosas rasis.

Gus Nadir ceritanya membela pidato Megawati di Rakernas PDIP yang menyinggung soal Papua.

Banyak publik di media sosial yang menyebut pidato Megawati soal Papua sebagai bentuk rasis.

Kemudian Gus Nadir membela Megawati, dia menyebut mereka yang mengatakan pidato Megawati rasis terhadap Papua karena tidak memahami pidato Megawati.

"Ini kok banyak yg salah paham sih. Suasana cair dan akrab saat pembukaan Rakernas PDI Perjuangan. Bu Mega cerita soal guyon sama anak2nya ttg mencari jodoh. Plus kini sdh terjadi pernikahan antar suku, termasuk di Papua —hal yg baik sesuai Bhinneka Tunggal Ika. Mosok gak paham?" kata Gus Nadir di akun twitternya @na_dirs.

Twit Gus Nadir ini kemudian banyak yang memberi tanggapan dan membantah Gus Nadir.

Lalu Gus Nadir membalas lagi bahwa sekarang ini orang gampang banget mencap rasis, padahal dulu guyonan tentang etnis itu hal biasa, tapi sekarang kok apa-apa dicap rasis.

"Dulu kita dg santai bisa guyon soal etnik. Bahkan ada pelawak yg sengaja bergaya orang Betawi, Padang, Tegal, Batak, Sunda, Madura dll sambil menertawakan kekhasan etnik msg2. Kita menikmatinya. Era medsos komen soal Padang atau Papua, misalnya, siap2 dibilang rasis πŸ˜„," kata Gus Nadir dalam twitnya.

NAH... Twit Gus Nadir ini dibalas telak oleh Haji Umar Hasibuan dengan mengambil contoh ungkapan Jin Buang Anak yang merupakan istilah untuk menggambarkan tempat yang terpencil, tapi sekarang ngomong gitu langsung ditangkap dan dibawa ke Pengadilan.

"Contoh dulu kita becandaan tempat jin buang anak, wkt orang ada dipidana ucapkan ini antum kemane bro? 🀦‍♂️πŸ˜„πŸ˜„," sentil Umar Hasibuan.

BAHKAN... jejak twit Gus Nadir ketika kasus Jin Buang Anak ini malah ikutan menyerang.

TERBONGKAR standar gandanya Gus Nadir.

"Standar ganda buat motor saja, jangan dicangkok di kepala," sentil Mbah @UyokBack kepada Gus Nadir.