Boleh Berdalih Saat Dikenalkan Tak Tahu Kalau Itu Adik Jokowi, Tapi Saat Menikah Diijabkan Oleh Jokowi, Tahu Itu Adik Presiden Toh?

BOLEH BERDALIH SAAT DIKENALKAN TAK TAHU ADIK PRESIDEN, TAPI SAAT MENIKAH DIIJABKAN OLEH PRESIDEN. TAHU ITU ADIK PRESIDEN TO? CERAIKAN! ATAU MUNDUR DARI MK!

Oleh: Ahmad Khozinudin (Advokat Muslim)

Cinta memang buta, bisa membutakan pandangan dan berdalih membabi buta. Bilang tak kenal adik presiden, tak ada niat nikah politik, dan bla bla bla.

Saat menikah, eh dinikahkan Presiden. Jadi tahu to ? Mau ngeles apa lagi ?

Yang dipersoalkan publik itu bukan kenal adik Presiden. Tapi Menikahi adik Presiden.

Yang dipersoalkan juga bukan karena menikahi adik Presiden. Tetapi menjabat ketua MK. Kalau mau tetap menjabat ketua MK, ceraikan adik Presiden. Kalau memang cinta mati pada Adik Presiden, mundur dari MK ! gitu saja kok repot.

Jangan jadi makhluk tamak. Pingin menikmati adik Presiden, masih juga ga mau menanggalkan jubah MK. 

Kalau ingin jubah MK suci, berwibawa, ya jangan kotori dengan cinta adik Presiden. Kalau memilih cinta mati pada adik Presiden, tanggalkan jubah MK. Sederhana.

Namun pribadi tamak sudah menjadi gejala umum pesohor di negeri ini. Mereka, aji mumpung. Dalihnya, Presiden akan habis jabatannya, tidak ada penundaan Pemilu atau tiga periode Presiden.

Lagi-lagi, kupingnya kurang dibuka lebar. Jadi budek dengan kritikan rakyat. Yang dikritik itu Elu Hakim MK nikahi adik Presiden. Bukan nikahi adik Presiden tiga Periode.

Kalau Elu pilih tinggalin jabatan MK. Masalah selesai. Kalau Elu pilih ceraikan adik Presiden, Masalah juga selesai.

Masalahnya, Elu muter-muter kayak kentut dibungkus celana. Kagak jelas argumentasinya, keliatan jelas tamaknya.

Yang kayak begini mau kasih keadilan di MK ? Mau bikin putusan yang final dan mengikat ? pasti, keputusannya bersifat zalim, final dan mengikat. Terus rakyat mo bilang apa?

(*)