Bocah tengik mau mengancam saya...???

Saad bin Abi Waqash mengutus Ashim untuk bicara dengan Kisra dalam situasi tegang menjelang konfrontasi bersenjata antara Pasukan Muslimin menantang adikuasa timur Pasukan Persia.

Ashim berkata kepada Kisra:
"Kami datang untuk menerapkan Hukum Allah (Kitab Allah dan Sunnah NabiNya), jika kamu berhukum dengan Hukum Allah, kamu akan tetap dengan kerajaanmu, rakyatmu dan tahtamu, kami akan tinggalkan kamu.

Jika tidak, kami akan ambil upeti dari kamu dengan jaminan keamanan untukmu, jika tidak maka kami akan perangi kamu."

Sekarang mejanya kita balik...

Seumpama Agama Nusantara mengirim Purwokartiko dan Abu Janda sebagai duta dalam misi penaklukkan Persia lalu berhadapan dengan Yazdegerd, begini reka dialognya:

"Kami datang untuk menerapkan Hukum Kitab Darmo Gandul dan Gatholoco, mendomestikasi harem persia, jika mereka mau pakai Kemben, nyembah Batu akik, Pasang sesajen disetiap Pohon Angker, maka kami akan tinggalkan Kerajaanmu dan kamu akan tetap dengan Tahtamu.

Jika tidak, kami akan kirim seribu Jin yang dilengkapi dengan Google Map untuk menggoyang Istanamu."

Lalu terdengarlah suara ledakan keras....

Ternyata Kepala Purwokartiko dan Abu Janda lepas dihantam peluru Manjanik yang sedari awal dibidik oleh Prajurit Persia.

Lalu Yazdegerd sambil dikipasi di kursinya berkata: 
Bocah tengik mau mengancam saya...

(Aly Raihan)

Baca juga :