Ratusan Mahasiswa Demo Depan Kantor Gubernur Ganjar, Api Berkobar

[PORTAL-ISLAM.ID]  SEMARANG - Ratusan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Walisongo Semarang berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (8/4/2022).

Aksi mahasiswa ini diwarnai kericuhan.

Aksi mahasiswa yang menolak beberapa rencana dan kebijakan pemerintah, di antaranya rencana penundaan Pemilu dan wacana masa jabatan presiden menjadi tiga periode, serta menolak wacana kenaikan BBM subsidi pertalite dan gas LPG 3 Kg, sempat diwarnai ketegangan antara mahasiswa dan polisi.

Aksi diawali dengan long march yang dilakukan oleh para mahasiswa dari kampus UIN Walisongo di Ngaliyan, menuju kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang.

Mahasiswa juga melakukan aksi teatrikal dan orasi. Mereka juga membawa berbagai poster berisi protes, di antaranya “Salam Gigit 2 Jari BBM Naik”, “Kekalahan Negara Dalam Cengkraman Oligarki”, “Sawit Melimpah Minyak Mahal”.

Massa menuntut pemerintah membongkar "praktik jahat" di balik adanya kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng beberapa bulan terakhir. 

Mahasiswa menyatakan negara telah gagal menjalankan tugas dan amanah Undang-undang Dasar (UUD) 1945 dan tidak mampu melawan oligarki.

Semula aksi berjalan normal. Sampai akhirnya mahasiswa membakar ban di depan gerbang kantor Pemprov Jateng, dan menuntut masuk ke dalam Kantor Gubernur Jateng.

Polisi yang melihat hal itu berusaha untuk mematikan api. Aksi saling dorong terjadi antara polisi dan mahasiswa. Aksi semakin tegang karena mahasiswa memaksa masuk ke dalam Kantor Gubernur Jateng, dengan alasan hendak berbuka puasa di dalam karena sudah masuk waktu adzan Maghrib. Upaya itu gagal karena ketatnya penjaga polisi.

Namun sempat ada pelemparan benda-benda keras di kerumunan massa. Mahasiswa akhirnya kembali mundur dan melanjutkan orasi. Aksi akhirnya berakhir pada pukul 19.00 WIB.

“Baik kami akan kembali jika bapak ibu yang terhormat di Gedung sana tidak mau menemui dan berdialog dengan kami,” tegas orator, Fajri.

Khoirul Fajri Assyihan selaku koordinator aksi, dalam orasinya mengutuk keras wacana penundaan Pemilu 2024 dan wacana masa jabatan presiden menjadi tiga periode. 

“Kami mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk ikut serta dalam mengawal isu penundaan Pemilu 2024, wacana 3 (tiga) periode, kenaikan PPN, wacana kenaikan BBM bersubsidi, dan ketidakstabilan ekonomi di Indonesia,” tutupnya.(HS)

[VIDEO AKSI]