Beda Pendapat Soal Dukun... Kenapa yang Datang Orang Kemenkeu.. HAHAHA

[PORTAL-ISLAM.ID]  Pendeta Gilbert Lumoindong mengungkapkan pendapatnya tentang praktik dukun, peramal dan paranormal yang marak terjadi di Indonesia. 

Pendeta Gilbert mengakui tidak bisa toleransi dengan praktik dukun atau peramal serta paranormal. 

"Saya adalah hamba Tuhan. Maaf saya tidak bisa kompromi," ujarnya di Twitter pribadinya, @pastorgilbertL, Kamis kemarin 30 Maret 2022.

"Saya sangat bertoleransi dengan agama-agama resmi yang diakui di Indonesia.Tapi maaf dukun, peramal serta paranormal bertentangan dengan iman dan pancasila," ungkapnya. 

"Jadi dengan segala kerendahan hati saya mohon dimaafkan, jika saya tidak bisa kompromi!!" tutupnya. 

Pendeta Gilbert Lumoindong sebelumnya viral. Dia mengomentari pawang hujan di balapan MotoGP Mandalika 2022 beberapa waktu lalu. 

Pendeta Gilbert menyebut, orang-orang yang menganggap dukun dan pawang hujan adalah kearifan lokal, mereka adalah penjilat politik. 

LUCUNYA.... setelah Pendeta Gilbert bersuara lantang menentang dukun... EHHH malah disamperin oleh Orang Kemenkeu ditagih pajak... HAHAHA.

Staf Khusus Menteri Keuangan Prastowo Yustinus merespons twit Pendeta Gilbert sampai memensen Ditjen Pajak.

"Pak @PastorGilbertL, mari ikut Program Pengungkapan Sukarela untuk menunjukkan cinta tanah air. Penghasilan hamba Tuhan dari ceramah dan pelayanan keaagamaan, apalagi yang nominalnya aduhai, terutang pajak. Begitu kan @DitjenPajakRI?" cuit Prastowo Yustinus @prastow.

Netizen pun menanggapi cuitan Prastowo.

"Beda pendapat soal dukun... kenapa yg dateng orang kemenkeu..hahahah," komen netizen @satyaoke.

"Lsg diserang krn beda pendapat, ciri khas buzzer...🙂," ujar @Afit77.