Ternyata ini Sosok yang Bocorkan Isi Whatsapp Grup TNI-Polri ke Presiden Jokowi

[PORTAL-ISLAM.ID]  Presiden Jokowi sempat mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengungkap jika dirinya mengetahui keberadaan grup WA perwira TNI-Polri yang banyak menyuarakan ketidaksetujuan terhadap Ibukota Negara (IKN) Nusantara.

Presiden Jokowi mengatakan ada yang memberikan informasi padanya terkait percakapan di grup WhatsApp TNI-Polri. Jokowi menegaskan jika tak semestinya para perwira TNI Polri masih memperdebatkan kebijakan yang sudah diputuskan pemerintah dan disetujui DPR.

Ada Whatsapp grup TNI Polri yang bicara tidak setuju pada IKN

"Kalau seperti itu diperbolehkan dan diteruskan, hati-hati. Misalnya berbicara mengenai IKN enggak setuju, IKN apa? Itu sudah diputuskan oleh pemerintah dan sudah disetujui oleh DPR RI," kata Jokowi seperti yang dikutip Hops.ID dari kanal Youtube Tribun News Sultra pada Selasa, 2 Maret 2022.

Menurutnya, di dalam disiplin TNI dan Polri sudah tidak bisa diperdebatkan lagi apa yang telah diputuskan pemerintah dan disetujui DPR.

Harusnya anggota TNI Polri tak debat soal kebijakan pemerintah

"Kalau di dalam disiplin TNI dan Polri, sudah tidak bisa diperdebatkan. Kalau di sipil, silahkan. Apalagi di WA group dibaca gampang, saya baca itu," ungkap Jokowi.

Dia pun mengingatkan agar para perwira TNI-Polri lebih berhati-hati. “Hati-hati dengan ini. Dimulai dari hal yang kecil, nanti membesar, dan kita akan kehilangan kedisiplinan TNI maupun Polri. Karena disiplin tentara dan disiplin polisi itu berbeda dengan sipil dan dibatasi oleh aturan oleh pimpinan, itu saya ingatkan," tegasnya.

Komunikasi di WA grup TNI Polri terkesan bebas

Sementara, Anggota Komisi I DPR RI yang membidang masalah pertahanan, Effendi Simbolon mengatakan berdasarkan informasi yang ia terima bahwa komunikasi di WA Grup TNI-Polri tersebut memang terkesan sangat bebas.

Berdasarkan pengetahuannya, kebebasan bersuara di grup tersebut komunikasi tersebut, setidaknya sudah terjadi dalam jangka waktu 8 tahun terakhir.

Seperti grup masyarakat sipil

Bahkan, disebutkan Effendi, perdebatan di berbagai grup tersebut, tak beda seperti di grup WA yang anggotanya adalah masyarakat sipil.

“Paling tidak ini tahun ke 8, bebasnya komunikasi antara TNI dan Polri aktif, keluarganya, dengan nuansa yang bukan tupoksi (tugas pokok dan fungsi),” tegasnya.

Dia pun menerangkan jika Presiden Jokowi sudah sejak lama mengetahui isi percakapan di WA grup itu. Sebab, kata dia, presiden mendapatkan laporan dari intelijen setiap harinya.

Presiden sudah lama tahu

“Tanpa perlu masuk ke WhatsApp Grup itu, presiden pasti sudah tahu (apa yang diperbincangkan), dan ini sudah berlangsung lama,” tutur Effendi.

Dia pun mengaku heran bahwa presiden baru saat ini menyampaikan perlunya pendisipinan komunikasi di WA Grup TNI-Polri.

Dia juga mengaku sudah lama mengetahui adanya WA Grup para perwira aktif TNI-Polri. Tak hanya itu dirinya juga menyatakan jika mengetahui percakapan apa saja yang berlangsung di WA grup itu. Dia juga menyebut bahwa banyak pembicaraan di grup WhatsApp tersebut berkisar tentang komentar terhadap kebijakan-kebijakan negara.

TNI AD menyatakan siap mendukung pemerintah

Sementara itu, KSAD Jenderal Dudung Abdurachman mengatakan jika TNI AD siap mendukung pemerintah. "Ada penekanan khusus dari bapak presiden masalah di WA grup yang masih membicarakan tentang IKN, pada prinsipnya TNI AD mendukung penuh pemerintah program pemindahan ibu kota di Kalimantan dan ini sudah final," kata Jenderal Dudung. [hops]