NASIONALISME RADIKAL

Duh, lihat invasi Rusia ke Ukraina membuat saya khawatir jika di tahun-tahun mendatang nasionalisme radikal akan berkembang menjadi ancaman perdamaian dunia.

Dengan propaganda nasionalisme, rakyat mudah dipupuk membenci bangsa lain hanya gara-gara hal sepele. Sesama Muslim bisa baku bunuh gara-gara beda bangsa, begitu juga yang beragama lain bisa baku bunuh antar sesamanya gara-gara harus taat "komando pusat" yang dikontrol para kakek tua bau tanah.

Belum lagi kasus kebencian masif ketika agama diaduk dengan nasionalisme seperti di Myanmar dan India. Persis paham takfiri yang mudah menghalalkan nyawa orang, "takfiri" versi nasionalisme ini juga mudah menuduh pihak yang berbeda sebagai pengkhianat dan dianggap halal pula semua darahnya, bahkan yang lebih mengerikan adalah mereka memakai narasi mengarah pada genosida.

Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Banyak doa dan rajin berbuat baik saja, selamatkan keluarga masing-masing dari api neraka. Allah tidak memberi kita beban menyelamatkan orang sekampung, senegara apalagi seluruh dunia.

Tapi kalau dikasih rezeki banyak, silahkan buat perusahaan raksasa seperti VOC yang punya militer sendiri dan pasang orang-orang kita sebagai presiden di banyak negara, kalau sudah begitu silahkan jadi pembela kaum lemah.

(Pega Aji Sitama)