3 Jenis Anjing dalam al-Qur'an

3 Jenis Anjing dalam al-Qur'an

Oleh: KH. Yasin Muthohar

Lagi rame tentang anjing menggonggong jadi tergelitik ingin menulis tentang Anjing. Semoga jadi Ibroh bagi kita. 

Ada tiga jenis type anjing yang Allah tuturkan di dalam al-Qur'an. 

Pertama, Anjing yang paling populer, semua orang mengetahuinya, Anjing Ashabul Kahfi. 

Allah berfirman:
 
سَيَقُوْلُوْنَ ثَلٰثَةٌ رَّابِعُهُمْ كَلْبُهُمْۚ وَيَقُوْلُوْنَ خَمْسَةٌ سَادِسُهُمْ كَلْبُهُمْ رَجْمًاۢ بِالْغَيْبِۚ وَيَقُوْلُوْنَ سَبْعَةٌ وَّثَامِنُهُمْ كَلْبُهُمْ ۗقُلْ رَّبِّيْٓ اَعْلَمُ بِعِدَّتِهِمْ مَّا يَعْلَمُهُمْ اِلَّا قَلِيْلٌ ەۗ فَلَا تُمَارِ فِيْهِمْ اِلَّا مِرَاۤءً ظَاهِرًا ۖوَّلَا تَسْتَفْتِ فِيْهِمْ مِّنْهُمْ اَحَدًا ࣖ

Nanti (ada orang yang akan) mengatakan, ”(Jumlah mereka) tiga (orang), yang ke empat adalah anjingnya,” dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) lima (orang), yang ke enam adalah anjingnya,” sebagai terkaan terhadap yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan, “(Jumlah mereka) tujuh (orang), yang ke delapan adalah anjingnya.” Katakanlah (Muhammad), “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit.” Karena itu janganlah engkau (Muhammad) berbantah tentang hal mereka, kecuali perbantahan lahir saja dan jangan engkau menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada siapa pun. (QS. Al-Kahfi : 22)

Anjing Ashabul Kahfi adalah anjing yang dimuliakan karena bersama dan khidmat kepada orang-orang yang mulia. Setiap diceritakan tentang ashabul kahfi pasti cerita tentang anjing ini selalu diikutsertakan. 

Ashabul Kahfi adalah sosok para pemuda yang komitmen memagang prinsif tauhid, para pemuda yang berani menentang kezaliman dan kesyirikan di zaman-nya. Mereka adalah para kekasih Allah yang diabadikan ceritanya di dalam al-Qur'an.

Pelajarannya bagi kita adalah: jika anjing saja Allah muliakan karena membersamai dan khidmat pada para pemudia mulia, penentang kezaliman, apalagi kita sebagai manusia. 
kita perlu belajar pada anjing Ashabul kahfi untuk selalu bersama dengan orang-orang yang mulia, selalu khidmat dan membela para pejuang kebenaran. 

Kedua, al-Kalbu al-Mu'allam (Anjing Terlatih). 

Anjing ini Allah tuturkan dalam QS. Al-Maidah ayat empat. 

يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَآ اُحِلَّ لَهُمْۗ قُلْ اُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبٰتُۙ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِّنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِيْنَ تُعَلِّمُوْنَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللّٰهُ فَكُلُوْا مِمَّآ اَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ

Mereka bertanya kepadamu (Muhammad), “Apakah yang dihalalkan bagi mereka?” Katakanlah, ”Yang dihalalkan bagimu (adalah makanan) yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu, yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah (waktu melepasnya). Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”

Anjing Mu'allam adalah anjing yang boleh kita pelihara untuk tujuan berburu dan menjaga tanaman atau yang lain-nya. Hasil tangkapan anjing mu'allam adalah halal, dengan syarat saat dilepas untuk berburu kita membaca basmalah. 

Pelajaran bagi kita: jika anjing saja bisa belajar, terlatih dan terampil, maka seharusnya manusia lebih bisa terlatih dan terampil dalam mengarungi hidup ini. 

Manusia yang tidak mau belajar pasti merugi. Dia tidak akan bisa mengarungi kehidupan ini. So, sejatinya kita memiliki mental pembelajar, jangan kalah sama anjing mu'allam. 

وكن مستفيدا كل يوم زيادة # من العلم واسبح في بحور الفوائد 

"Jadilah manusia yang selalu mencari faidah setiap saat dalam rangkan menambah pengetahuanmu dan berenanglah di lautan faidah." 

Ketiga, Anjing yang selalu menjulurkan lidahnya, dalam segala keadaan. 

Type anjing ini Allah tuturkan di dalam QS. Al-A'raf (175-177) saat menceritakan kisah Bal'am bin Ba'ura, sosok manusia yang diberi pengetahuan agama, namun akhirnya menjual keyakinan dan ilmunya dengan harta dunia. Sehingga dia mencerabut ayat-ayat Allah dari dirinya karena tergoda dunia. Akibatnya dia tersesat, sangat jauh sehingga setan-pun disebutkan menjadi pengikutnya (kemudian dia diikuti syetan - saking tersesatnya Bal'am seolah-olah dia menjadi ikutan syetan bukan dia yang ikut syetan). 

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ الَّذِيْٓ اٰتَيْنٰهُ اٰيٰتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَاَتْبَعَهُ الشَّيْطٰنُ فَكَانَ مِنَ الْغٰوِيْنَ

Dan bacakanlah (Muhammad) kepada mereka, berita orang yang telah Kami berikan ayat-ayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang yang sesat.

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنٰهُ بِهَا وَلٰكِنَّهٗٓ اَخْلَدَ اِلَى الْاَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوٰىهُۚ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ الْكَلْبِۚ اِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ اَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْۗ ذٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَاۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ

Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya (terengah-engah) dan jika kamu membiarkannya dia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.

سَاۤءَ مَثَلًا ۨالْقَوْمُ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا وَاَنْفُسَهُمْ كَانُوْا يَظْلِمُوْنَ

Sangat buruk perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami; mereka menzalimi diri sendiri.

Allah menyerupakan orang yang menyimpang dari kebenaran setelah mengetahuinya, orang yang tergiur dengan harta dunia sehingga meninggalkan kebenaran wahyu, Allah serupkan dia dengan anjing yang selalu menjulirkan lidahnya. 

قال القتيبي : كل شيء يلهث فإنما يلهث من إعياء أو عطش ، إلا الكلب فإنه يلهث في حال الكلال وحال الراحة وحال المرض وحال الصحة وحال الري وحال العطش . فضربه الله مثلا لمن كذب بآياته فقال : إن وعظته ضل وإن تركته ضل ; فهو كالكلب إن تركته لهث وإن طردته لهث ; كقوله تعالى : وإن تدعوهم إلى الهدى لا يتبعوكم سواء عليكم أدعوتموهم أم أنتم صامتون . 

Al-Qutaibi berkata (dalam Kitab Tafsirnya): Segala sesuatu yang terengah-engah adalah karena kelelahan atau kehausan, kecuali anjing, yang terengah-engah saat kelelahan, istirahat, sakit, sehat, saat segar, dan kehausan. Maka Allah menjadikannya sebagai perumpamaan orang yang mengingkari ayat-ayat-Nya, dan berfirman: Jika kamu menasihatinya, dia sesat, dan jika kamu meninggalkannya dia sesat; Dia seperti anjing, jika Anda meninggalkannya, dia akan terkesiap menjulurkan lidahnya, terengah-engah, dan jika Anda mengusirnya, dia akan terkesiap. Sebagaimana firman Allah SWT: Dan jika kamu mengajak mereka kepada petunjuk, mereka tidak akan mengikutimu. Sama saja bagi bagi kalian apakah kalian menyeru mereka atau kalian diam. 

وقوله تعالى إن تحمل عليه يلهث لأنك إذا حملت على الكلب نبح وولى هاربا ، وإذا تركته شد عليك ونبح ; فيتعب نفسه مقبلا عليك ومدبرا عنك فيعتريه عند ذلك ما يعتريه عند العطش من إخراج اللسان . قال الترمذي الحكيم في نوادر الأصول : إنما شبهه بالكلب من بين السباع ; لأن الكلب ميت الفؤاد ، وإنما لهاثه لموت فؤاده . وسائر السباع ليست كذلك فلذلك لا يلهثن 

Al-Qurthubi berkata: Firman-Nya -Yang Mahatinggi - bahwa jika Anda menghalaunya, ia akan terengah-engah, karena jika Anda menghalau anjing itu, ia menggonggong dan berbalik untuk melarikan diri, dan jika Anda meninggalkannya, ia akan menyalak kepadamu dan menggonggong; Maka dia melelahkan dirinya, datang kepadamu dan berpaling darimu, maka dia akan menderita pada saat itu seperti yang dia derita ketika haus menjulurkan lidah. 
Al-Tirmidzi al-Hakim berkata dalam Nawadir al-Usul: Kemiripannya dengan anjing adalah dari antara binatang buas; Karena anjing itu berhati mati. Dia terengah-engah karena hatinya mati. Dan binatang buas lainnya tidak seperti itu, tidak terengah-engah. 

Pelajaran bagi kita: jangan sekali-kali kita tergiur dengan gemerlap dunia, mengikuti hawa nafsu, karena itu akan mendorong kita untuk menjauh dari wahyu. Ketika kita jauh dari wahyu maka hati kita akan mati. Jika hati sudah mati maka peringatan apapun tidak berguna bagi kita, akhirnya hidup kita seperti anjing yang selalu terengah-engah, kita akan selalu merasa cepe, lelah dalam hidup ini, tidak akan ada tentang dan tentram. 

Jangan karena kita memilih rido manusia lantas kita mengorbankan prinsip agama kita. Jangan karena mendahulukan kenikmatan nafsu, lantas kita menjauh dari agama, dan berpihak kepada musuh agama

Semoga jadi Ibrah bagi kita semua

Kamis, 23 Rajab 1443 H 
Saudaramu

(Yasin Muthohar)