Tokoh Sumbar Bantah Pidato Megawati

[PORTAL-ISLAM.ID] Tokoh Pers dan Budaya Sumatera Barat, Hasril Chaniago, ikut menanggapi pidato Megawati pada HUT PDIP ke-49, Senin 10 Januari 2022.

Hasril menyebut bahwa pemahaman Megawati tentang Minangkabau dipertanyakan jika mengatakan masyarakat Sumbar kurang ber mufakat dan musyawarah.

"Salah satu yang dipersoalkan buk Mega itu kan, ada masalah ninik mamak. Hal ini perlu kita perjelas lagi bahwa kedudukan ninik mamak itu hanyalah sampai di kaumnya saja, tidak berlaku di provinsi," jelas Hasril, Rabu 12 Januari 2022, dikutip dari kumparan.

Hasril mengatakan, bahwa menyangkut mufakat dan musyawarah tersebut telah sama-sama dirasakan masyarakat Sumbar di nagarinya masing-masing. Dalam hal ini, ia menilai bahwa tradisi itu masih tetap dijaga dengan baik.

"Walaupun ada yang tidak sesuai, itu kembali kepada pribadi ninik mamak itu lagi, karena dia tidak menjalankan fungsinya di nagari dengan baik, dan tidak bisa kita katakan Sumbar ini salah keseluruhan, itu adalah salah pribadi," ucap Hasril.

Walaupun demikian, Hasril mengajak masyarakat untuk tidak tersulut emosi lantaran pidato Megawati. "Pandangan buk Mega kepada masyarakat Sumbar ini kita anggap saja sebagai bentuk kepedulian beliau," ujar Hasril.

Hasril juga ikut menyinggung tentang anggapan bahwa yang tidak mendapatkan suara di Sumbar ini akan dibenci, ia menegaskan bahwa itu salah besar. 

"Di Sumbar, kita sudah terbiasa memilih seseorang itu dari kredibilitas, bukan karena asas suka sama suka atau sebaliknya," jelas Hasril.

"Kritik itu hal yang wajar, sejatinya orang Minangkabau tidak akan marah untuk dikritik," tambah Hasril.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kembali menyinggung provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang menurutnya sudah berbeda dari yang ia kenal.

Mega menilai sejumlah adat budaya warga Minangkabau seperti Ninik Mamak mulai tidak nampak lagi oleh warga Sumbar.

Mega mengaku pernah mempertanyakan kegelisahannya ini kepada Ahmad Syafii Maarif (Buya) tokoh Muhammadiyah sekaligus anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang juga pria kelahiran Sumatera Barat.

"Saya tanya kenapa sih Sumatera Barat menjadi berubah ya Buya? sudah tidak adakah yang namanya tradisi bermusyawarah mufakat oleh Ninik Mamak itu?" kata Megawati dalam peringatan hari ulang tahun ke-49 PDIP yang disiarkan melalui kanal Youtube PDI Perjuangan, Senin (10/1/2022).

[VIDEO]