Gerindra Ngarep Jokowi Dukung Prabowo di Pilpres 2024

[PORTAL-ISLAM.ID] Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan habis masa jabatannya pada 2024, mempertimbangkan untuk mendukung Ketua Umum Prabowo Subianto maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal tersebut ia sampaikan untuk menanggapi peluang Presiden Jokowi sebagai "King Maker" Pilpres 2024. Istilah itu merujuk pada politikus bertangan dingin yang dapat memunculkan kandidat memenangi pemilu.

"Kami memberi kontribusi kepada Presiden Joko Widodo dalam hal ini untuk bisa menjadikan pertimbangan bahwa Pak Prabowo Subianto lah yang bisa jadi pertimbangan bagi presiden untuk Pilpres 2024," kata Ferry dalam diskusi di acara Satu Meja The Forum yang ditayangkan Kompas TV, Rabu (12/1/2022) lalu.

Bukan tanpa alasan, Ferry mengungkit presiden bisa melihat hasil sejumlah lembaga survei nasional yang menunjukkan tingginya elektabilitas Prabowo sebagai capres 2024.

Menurut dia, tingginya elektabilitas itu tentu dapat menjadi salah satu faktor bagi Gerindra, king maker maupun partai politik lain untuk tertarik mengusung Prabowo sebagai capres.

"Bagi Partai Gerindra, tentu dengan hasil survei, Alhamdulillah masih menempatkan Prabowo Subianto menjadi salah satu tokoh yang calon presiden paling tinggi hasil surveinya," ucap Ferry.

Di sisi lain, Ferry mengatakan bahwa Gerindra juga sepakat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo untuk menolak adanya perpanjangan masa jabatan presiden.

Selain itu, dirinya juga menegaskan, Gerindra tetap taat pada ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu bahwa Pilpres dilakukan pada 2024.

"Enggak ada ide perpanjangan dan lain sebagainya yang masih mewarnai dinamika yang terjadi sampai saat ini," tambah dia.

Terkait sosok Prabowo Subianto, ucap Ferry, adalah sosok yang memiliki kebesaran hati menerima kekalahan pada Pilpres 2019.

Saat itu, kata dia, bahkan Prabowo kemudian bersedia menerima tawaran Jokowi untuk masuk dalam pemerintahan sebagai Menteri Pertahanan.

Hal itu dinilai menjadi sebuah pertimbangan penting bagi Gerindra untuk kembali mengusung Prabowo untuk maju dalam Pilpres.

"Pak Prabowo dengan segala kebesaran hatinya mau bergabung di dalam pemerintahan dalam rangka mendinginkan suasana. Saya enggak bisa membayangkan kalau Pak Prabowo tidak punya kebesaran hati, dan kita masih terbelah polarisasinya dengan sangat tajam menurut saya, lebih banyak mudaratnya," kata Ferry.

Sebelumnya, analis politik dari lembaga survei Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, menilai bahwa Presiden RI Joko Widodo akan menjadi "king maker" paling kuat pada Pilpres 2024.

Burhanuddin menilai, kekuatan Jokowi sebagai king maker bahkan berpotensi melebihi politikus-politikus kawakan seperti Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto.

Apalagi, Megawati dinilai sudah tak mungkin mencalonkan diri lagi sebagai presiden, sementara itu Prabowo justru diprediksi akan ngotot mencalonkan diri lagi.

"King maker yang paling kuat ya Pak Jokowi karena dia bagaimana pun masih berkuasa ketika Pemilu 2024 digelar," kata Burhanuddin di kantor DPP Partai Golkar, Selasa (11/1/2022).