Farid Gaban: Megaproyek Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Dijajakan Lewat Kebohongan "Tidak Memakai Duit Negara"

[PORTAL-ISLAM.ID] Wartawan senior Farid Gaban mengemukakan ada 2 Mega Proyek era Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dijajakan lewat kebohongan "tidak memakai duit negara (APBN)".

"Megaproyek kereta cepat dan ibukota negara dijajakan lewat kebohongan "tidak memakai duit negara". Kebohongan diperlukan untuk: pertama, menyihir publik agar setuju; kedua, menolak akuntabilitas & transparansi sejak perencanaan, termasuk studi kelayakannya," ujar Farid Gaban di akun twitternya, Senin (10/1/2022).

Dalam twitnya, Farid Gaban menyertakan tangkapan layar berita pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Jamin Duit APBN Mengalir buat Proyek Ibu Kota Baru RI.

Padahal sebelumnya digembar-gemborkan pemindahan Ibu Kota Negara tidak pakai APBN, tapai swasta.

Begitu pula dengan proyek kereta cepat China Jakarta-Bandung, yang awalnya koar-koar tidak pakai APBN. Tapi sekarang proyek membengkak, dan akhirnya pakai APBN.

Padahal kedua Mega Proyek ini tidak jelas apa manfaatnya bagi rakyat Indonesia.

Argumen "tak pake duit negara" dikemukakan untuk memuluskan rencana, agar segera publik setuju. Publik berpikir: "Toh swasta yang bikin, tak ada risiko buat negara dan warganya".

Argumen "tak pake duit negara" juga dikemukakan untuk menolak akuntabilitas dan transparansi sejak perencanaan, termasuk studi kelayakannya. Publik berpikir: "Toh itu proyek swasta, kenapa kita warga negara harus ikut rewel?"

"Kini kita tahu itu cuma akal-akalan untuk menyihir publik dan menolak akuntabilitas," kata Farid Gaban.