Cara Halus Dahlan Iskan Mengenalkan "Bobot-Bebet-Bibit" seorang Anies Baswedan, Mengalir DNA Pejuang-Pemimpin-Intelektual

ZIG ZAG TULISAN PAK DAHLAN

Begitu menarik tulisan ini. Pertama, teknik menulisnya. Kedua, pesan yang ingin disampaikannya. Smart dan smooth.

Bermula dari sms dan sang pendeta, lalu meliuk ke soal topeng dan joglo, belok soal ke sahabat lama Anies dan Anies sendiri. 

Setelah itu barulah masuk cerita panjang tentang Anies dan rumah joglo itu. Mulai siapa kakek Anies Baswedan, bapaknya, dan kisah-kisah perjuangan mereka untuk bangsa dan negara.

Buat saya, Pak Dahlan ini tidak sedang menulis tentang rumah joglo Kasan Besari. Tapi ingin menuliskan tentang bobot bebet dan bibit seorang Anies Baswedan. Seperti juga tidak gampang menulisnya, tidak gampang juga bagi pembaca untuk menangkap pesan halus ini, kecuali tentu saja bagi yang paham tentang semiotik.

Tulisan Dahlan iskan ini seolah ingin bicara tentang siapa Anies Baswedan. Bobot, bebet, dan bibitnya jelas dan terang benderang. Dalam dirinya mengalir DNA pemimpin dan intelektual. Kakeknya tokoh bangsa, bapak-ibunya doktor profesor. Anies sendiri juga seorang doktor dari universitas yang sangat jelas mutunya. Bahkan pernah juga memimpin Indonesia lewat program Indonesia Mengajar yang tuntas dengan misi utama menenun kebhinnekaan anak bangsa dan mencerdaskan anak bangsa. Dari Sabang sampai Merauke. Tanpa harus memasang baliho berjejer-jejer.

Menulis dengan cara sederhana tapi sangat bermakna. Mengalir tapi padat isinya. Itulah keahlian Pak Dahlan dari dulu. Sejak dari masih jadi wartawan Tempo, membesarkan Jawa Pos, sampai akhirnya "bercerai" dengan Tempo dan Jawa Pos.

Selamat Membaca!

Sawo Tegalsari
Oleh : Dahlan Iskan 
Minggu 02 January 2022


(Among Kurnia Ebo)