Premium dan Pertalite Dihapus, DPR Minta Harga Pertamax Turun jadi Rp7.000

[PORTAL-ISLAM.ID] JAKARTA - Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto mendorong harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax dan permatax plus seharga bensin premium atau pertalite.

Hal itu dilakukan sebagai konsekuensi penghapusan bensin premiun dan pertalite oleh pemerintah.

“Setara pertalite saja, bensin itu kan sekarang Rp6.500, katakanlah nanti Rp7.000 tapi kualitasnya pertamax atau pertamax plus, selama ini kan Rp9.000. Ini yang sedang diupayakan. Paling mahal Rp7.500 dengan kualitas permatax atau plus,” kata Sugeng kepada inilah.com, Senin (27/12/2021).

Ketua DPP Partai NasDem itu setuju dengan rencana penghapusan bensin premium dan pertalite karena BBM jenis tersebut merusak lingkungan dan berpengaruh buruh terhadap kesehatan.

“Pengurangan bahkan penghapusan bensin dan pertalite semata-mata karena bensin dalam kategori yang tidak ramah lingkungan. Bensin itu ron 88, kategori ron rendah dimana kandungan karbon dan sulfurnya tinggi sekali dan ini berbahaya bagi kesehatan. Itulah kenapa bensin kita kurangi dan kita hapus pada saatnya,” tutur Sugeng.

DPR akan meminta pemerintah untuk menyesuaikan harga BBM ketika duet premium-pertalite dihilangkan.

“Memang persoalannya harga, tapi itu yang mau kita rumuskan, yang kita subsisi BBM ramah lingkungan. Dan kita kaji nanti subsidi kita ambil dari mana budgetnya,” tandas Sugeng.