KSAD Minta Jangan Terlalu Dalam Pelajari Agama, Netizen Balas dengan Tagar #DudungDungu

[PORTAL-ISLAM.ID] KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman kembali bikin kontroversi unfaedah yang makin membuat miris. Padahal dia digaji dari duit rakyat.

Dalam ceramahnya di Masjid Nurul Amin, Kota Jayapura, Provinsi Papua, beberapa waktu lalu, Dudung menyampaikan agar jangan terlalu dalam mempelajari agama.

"Iman taklid, ada iman ilmu, ada iman iyaan, ada iman haq (haqul yaqiin), dan iman hakikat. Oleh karena itu, banyak sebagian dari orang Islam sering terpengaruh katanya hadis ini, katanya hadis itu, kata Nabi Muhammad SAW. Oleh karenanya jangan terlalu dalam, jangan terlalu dalam mempelajari agama," ujar Dudung yang mengenakan baju koko putih dan peci hitam di mimbar masjid dikutip Republika dari twitter Dispenad, Ahad (5/12/2021).

Kepada jamaah sholat Subuh, menurut Dudung, dampak terlalu dalam mempelajari agama adalah terjadi penyimpangan. 

"Akhirnya terjadi penyimpangan-penyimpangan," kata mantan panglima Kostrad tersebut.

Pernyataan Dudung ini akhirnya kembali bikin kontroversi dan menuai banyak kecaman.

Netizen di twitter sampai ramai-ramai membalas dengan tagar #DudungDungu dan menjadi Trending Topik.

"Jendral TNI itu konsennya ngurusin pertahanan, bukan banyak komentar soal agama, malu sama leluhur jendral Sudirman," tulis akun @Edi_1892 yang menyertakan tagar #DudungDungu.

"Jendral Sudirman menangis liat klakuanya," timpal @linamrlin.

Bahkan Ketua MUI Pusat KH. Cholil Nafis turut berkomentar tentang pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang menyebutkan jangan terlalu dalam mempelajari agama.

Kyai Cholil Nafis menyarankan KSAD Dudung untuk fokus pada tugas pokoknya yaitu pertahanan negara.

"Apa maksudnya jgn terlalu dalam mempelajari agama? Baiknya fokus pada tugas pokoknya aja, yaitu pertahanan negara dan menumpas perusuh dan pembangkang NKRI," tulis Cholil Nafis di akun Twitter pribadinya, @cholilnafis pada Minggu (5/12/2021).