Fenomena Danar X Factor

DANAR

“Diamku adalah perjalanan untuk membuatmu diam!” cetus Danar Widianto (18), seorang kontestan X Factor Indonesia asal Purwokerto.

Danar menyanyikan lagu ciptaannya sendiri. Satu lagu yang menurut saya ber-genre ballad. Yaitu satu jenis aliran musik yang bernarasi, laiknya para penyair. 

“Aku tak akan mati karena di-bully,” kata Danar dalam satu kutipan lirik lagunya. Ia bernyanyi begitu santai dengan penghayatan yang sangat dalam. Terlebih main gitarnya juga enak. 

Dulu aku kau maki...
Ku kau hina...
Ku kau benci...

Karya Danar Widianto lahir dari perjalanan panjang, ketika mendapatkan bullying saat masih SMP. Saat itu ia dengan segenap ketidak-berdayaannya tak sanggup melakukan perlawanan. 

Tapi rupanya semua itu membekas begitu dalam pada dirinya. 

Danar terus belajar. Ia tidak terpuruk dengan hinaan dan makian kawan-kawannya. Hingga akhirnya ia sanggup menyuguhkan karya yang sanggup memberi pelajaran pada banyak orang. 

Perjalanan di X Factor masih sangat panjang. Danar harus bersaing dengan banyak talenta berbakat lainnya. 

Tentu Danar ingin menang. Tapi bagi saya, kalau memang ia menang, itu adalah bonus. Kalaupun kalah, Danar telah melahirkan satu karya mahal. 

Tak urung para judges X Factor berdecak kagum menyaksikan penampilan Danar. Yudika, BCL dan Rosa begitu ekspresif menyimak bait demi bait yang dilantunkan Danar. 

Saya lihat di kolom komentar, para komentator juga banyak yang memuji Danar. Pemuda Purwokerto ini layak didukung untuk sampai pada garis finish terbaik. 

Satu komentar saya: Jangan pernah menyakiti seniman, karena kejahatanmu akan mengabadi dalam karyanya! 

(Abrar Rifai)

[VIDEO]