AMBYARRR...!!! Polisi Baru Responsif Kalau Kasus Sudah VIRAL

AMBYARRR...!!!

Cobalah Berbenah...

Gini nih yang ditakutkan saat aparat terbiasa mengamati sosmed dan baru bersikap saat keriuhan sosmed mengangkat pemberitaannya..

Kasus pemerkosaan di Riau, baru diusut tuntas saat dinaikkan ke sosmed. Terjadi kemunduran kinerja aparat karena lebih sibuk mengawasi sosmed dibandingkan menerima aduan secara langsung. 

Juga banyak kasus-kasus lain.

Terbaru yang lagi rame kasus Viral Wanita Ditolak dan Dimarahi Polisi Usai Jadi Korban Perampokan di Jaktim....

Kalau mau dibuat testimoni orang-orang yang punya pengalaman atas pelaporannya, bisa ribuan celoteh ungkapan kekecewaan mereka. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit baru-baru ini mengadakan lomba orasi sebagai gambaran bahwa kepolisian menjaga hak-hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Bukan tanpa alasan kenapa Kapolri mengadakan lomba tersebut, kerap dianggap sebagai pihak yang arogan atas penertiban aksi demonstrasi masyarakat membuat kepolisian dianggap ikut mematikan HAM. 

Sebelumnya juga Kapolri mengajak masyarakat untuk membuat lomba mural/coretan di dinding dengan tema bebas. Mau sasarannya politik, tidak masalah. Bahkan mau temanya kritik kepolisian pun akan diapresiasi. 

Begitu kerasnya upaya Kapolri dalam memperbaiki citra kepolisian di tengah masyarakat. Sesuatu yang harus kita puji karena keinginan beliau untuk memperbaiki. 

Namun usaha keras Kapolri akan percuma saat jajarannya masih ada yang bekerja tanpa memahami apa fungsi mereka di tengah masyarakat. 

Menjadi korps baju coklat itu berat, sama beratnya menjadi guru. Ketika ada yang salah, maka nama korps akan langsung disasar oleh masyarakat. Perlakuan buruk oknum ikut mencemarkan nama besar kesatuan. 

Semoga ada perbaikan bagi kepolisian Indonesia. Jangan anti kritik, karena kritik menandakan rasa kasih sayang. Jangan melulu mantengin sosmed, karena di sosmed banyak biawak ambil peran malaikat. 

Semoga ada perbaikan ke depan...

(SB)