Nasib Proyek Asal Bikin...

[PORTAL-ISLAM.ID] Pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, yang dimulai tanggal 17 Juni 2019 dan berakhir 31 Maret 2021 menghabiskan anggaran Rp245,83 miliar. 

Presiden Jokowi saat meresmikan Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga berharap Bandara JB Soedirman dapat memberikan kontribusi untuk menumbuhkan ekonomi tidak hanya di Kabupaten Purbalingga tetapi juga di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen dan daerah-daerah sekitarnya.

"Kita harapkan mobilitas orang, mobilitas barang, mobilitas logistik akan menjadi lebih baik sehingga akhirnya memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah bagian selatan ini," kata Presiden Jokowi saat itu.

Namun kondisi sekarang memprihatinkan.

Citilink Setop Operasi di Bandara JB Soedirman, Senasib dengan Bandara Kertajati?

Kabar Maskapai Citilink yang menyetop operasinya di Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga terungkap dari pernyataan pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo lewat akun media sosialnya.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagyo membenarkan kabar setop beroperasinya Citilink ketika hendak memesan jadwal penerbangan ke wilayah tersebut pada pekan depan.

Saat hendak memesan melalui aplikasi pemesanan tiket daring, ternyata tidak ada tiket yang dijual  untuk rute penerbangan tersebut. Padahal Citilink merupakan satu – satunya maskapai yang beroperasi dan melayani rute Jakarta – Purbalingga – Surabaya.

“Saat saya konfirmasi ke Citilink. Memang sudah setop terbang sampai Oktober ini,” ujarnya, Minggu (24/10/2021).

Menurutnya, alasan Citilink menyetop rute penerbangannya ke wilayah lantaran tingkat permintaan yang rendah. Dia pun menyayangkan dengan kondisi tersebut.

Hal tersebut menjadi pembelajaran bagi pemerintah dan bukti nyata bahwa pembangunan bandara tanpa studi kelayakan yang rinci dan hanya mementingkan kecepatan hanya menghamburkan uang dan merugikan negara.

“Semoga nasibnya tidak seperti bandara Kertajati,” imbuhnya.